Laman

Pasang Iklan Anda di sini


Raja Sop Betawi

Rajanya Sop di Jabodetabek, Unggul dalam Rasa

Dengan tambahan sedikit sambal merah, yeap! Though a spoon of sambal, but it looks very hot! Well... kalau penampilan bening dan mulus dari yang kayak gene... siapa seh yang nggak nafsu? Sluuuuurrrrp.... ini dia baru mantap sopnya. [...]
Nasi Dbelanga

Nasi Belanga, tradisional khas Bekasi modern

Di Bekasi sepertinya ada beberapa tempat yang mulai menyajikan masakan berbahan baku nasi ini, khususnya yang menggunakan daun atau justru tempat masak yang unik lainnya seperti kendil atau belanga yang terbuat dari keramik tanah liat [...]
Ayam Bakar Bumbu Rujak

Cuma ada satu di Bekasi Ayam Bakar Bumbu Rujak yang Ajiiib...!

Gurihnya daging ayam bakarnya lumayan empuk dan bau serta sensasi gosongnya begitu pas bercampur bumbu rujak. Wah kalau yang kayak gini seh makan setiap hari juga mau[...]
SateKuahBangUya

Sate Kuah Bang Uya: Ada kelezatan ajaib di kuah satenya

Sate Kuah ala Bang Uya yang dimiliki oleh Mas Bayu ini sebenarnya timbul dari ide ayah dari dua anak ini ketika seringnya orang menikmati sate dan sop kambing secara bersamaan atau gule kambing secara bersamaan [...]
Bengkel Kuliner

Pilih yang mana? Ikan Bakar Sambal Tauco atau Sambal Mutiara?

Yang tersisa adalah Ikan Bawal Bakar dengan sajian bumbu sambal Tauco, Sambal Mutiara dan Sambal Rujak. Kalau diranking kelezatannya, bisa jadi ya Bumbu Tauco yang pertama (gurih dan lezatnya gak ada lawan kayaknya neh?) [...]
Cangkru'an VW

SegO RAKyat Vokoke Wareg

tempat ini choesoes oentoek tjangkroe’an toean poean njang siboek bekerdja zonder waktoe oentoek memasak agar soepaja toean poean tida’ spanneng bergaboenglah oentoek tjangkroek jang bermakna [...]
Ayam Setel vs ACH

RM Sambal Hijau: Ayam Setelnya yang Bikin Nafsu

Dari sekian banyak pilihan menu goreng ayam, mungkin cuma Ayam Setel yang punya karakter sajian terunik yang pernah diliput kami... kayaknya terlalu penting untuk dilewatkan begitu saja [...]
BakmiDjowo MbahWiryo

BakmiDjowo belasanribu perak berpeluang proyek ratusanjuta rupiah

Ini dia tempat nongkrong elit bernuansa tradisional. Nggak perlu berkocek tebal untuk bisa mendapatkan proyek besar. Datang kunjungi Bakmi Djowo Mbah Wiryo, kali aja Anda sedang beruntung dapat megaproyek karena bertemu para pengusaha low profile high profit oriented [...]
SateVirgin

Sate Kambing Muda Tanpa Urat - Makanan berenergi

Tanpa urat yang membedakan kami dengan sate lainnya, sehingga sate mudah dikunyah dan dicerna lambung. Sate yang ada uratnya membuat sulit dikunyah dan seringnya ditelan saja atau dibuang/dimuntahkan [...]
bebek kWali

Ini baru masakan bebeknya orang Jakarta

Satu tempat makan yang kini juga menjadikan makanan ini sebagai sajian utama, adalah warung makan sederhana bernuansa manajemen resto modern, yakni bebek kWali. Dari nama dan penulisannya saja kita sudah penasaran dibuatnya. Mengapa harus menggunakan kwali dan mengapa huruf "W" harus kapital? [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega-3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
WarungDusun

Sayur Lodeh dan Asem-Asem Daging favorit Bung Karno ada di sini

Resto baru dibuka menyajikan keistimewaan makanan dan minuman kampung dengan atmosfer modern. Tempat cozy (nyaman) di bilangan Pondok Kelapa yang menawarkan kelengkapan fasilitas dengan harga pas selera puas yang cocok buat rendezvous, acara keluarga ataupun arisan dan ulang tahun [...]
Bebek Kaleyo

Mi Lethek Khas Bantul, Kuliner yang Nyaris Punah

Selama ini yang namanya makanan tradisional identik dengan kepunahan. Bila ada yang bisa bertahan pastilah karena kecintaan para penggemarnya atau pembuatnya yang masih bertahan menjual warisan budaya kuliner tersebut. Salah satunya adalah mi (atau mie) lethek dan sayur besan [...]
Mie Kocok Bandung

Mie Kocok Bandung Mang Uci Bengkel Kuliner

Mie Kocok Bandung Mang Uci menawarkan beberapa variasi masakan mie, mulai dari Mie Kocok Kikil, Mie Kocok Kikil Bakso, Mie Kocok Bakso dan terakhir Bakso Sapi Spesial. Hmmmm... rasanya betah tertinggal di lidah hingga berjam-jam [...]

Sabtu, 01 Mei 2010

EBES-06, Nasi Bebek Goreng Suroboyo ala Arek Malang

Nikmat Bebek Gorengnya Bagai Kesamber Petir

Kalimalang Pangkalan Jati - kelanakuliner.co.cc
Perempatan Pangkalan Jati Kalimalang, tepatnya di depan Resto McDonald's ada sebuah warung kaki lima yang lumayan penuh setiap malamnya oleh serbuan pelanggan yang biasanya dari komunitas tertentu itu. Mulai dari komunitas motor yang biasanya menggunakan jalur Kalimalang sebagai lintasannya, hingga mereka yang pulang kerja melalui jalur angkutan umum angkot dari dan ke arah Kampung Melayu / Cawang - Kranji Bekasi. Warung Kaki Lima itu bernama Ebes-06, Bebek Goreng Suroboyo. Unik kan namanya?

Apa istimewanya Warung Kaki Lima Bebek Goreng Suroboyo yang berkapasitas 20-an orang ini? Adalah Bebek Gorengnya mempunyai sambel khas yang luar biasa pedas, yakni Sambel Petir dan sambel dengan rasa asam manis, Sambel Pencit. Bila Sambel Petir terbuat dari cabe rawit murni dengan bawang putih dan bawang merah serta sedikit garam, maka Sambel Pencit terbuat dari potongan mangga yang berwarna kekuningan dan tak terlalu pedas namun mampu menghilangkan bau amis bebek gorengnya dan memberi nuansa segar yang luar biasa pas lezatnya bila dinikmati dengan bebek gorengnya yang garing.

Warung kaki lima Ebes-06 Bebek Goreng Suroboyo ini hanya menawarkan dua menu saja, yakni bebek goreng dan ayam goreng baik dengan nasi putih maupun dnegan nasi uduk. Bila ayam gorengnya seharga Rp 16.000,- maka bebek goreng seharga Rp 17.000,- dengan dua jenis sambel tersaji bersamaan, yakni Sambel Petir dan Sambel Pencit. Biarpun begitu, para pengunjungnya biasanya ramai hingga tengah malam. Apakah karena bumbu sambelnya yang pedas luar biasa seolah Anda kesamber petir! (Kebiasaan arek Jawa timuran main plesetan kata, sehingga lumrah saja bila nama sambelnya pun Sambel Petir).

Biar tahu betapa pedasnya sambel geledek eh Sambel Petir ini, sang pemilik meaceritakan bahwa ada anak Medan yang sudah terbiasa dengan masakan pedas meminta masakan bebek gorengnya karena penasaran. "Tapi setelah dia mencoba beberapa suap bebek goreng saya, sambil megap-megap kepedasan dia bilang.... "Bah! Ini sih luar biasa pedas... Bener-bener seperti kesambar petir!"

"Istilah Ebes sendiri adalah bahasa gaulnya arek Suroboyo, yang  berarti Ayah atau Bapak," papar H. Jumiyono yang lebih dikenal dengan panggilan pak Haji Jum ini. "Sedangkan angka 06 di belakang Ebes-06 karena saat itu saya memulai usaha ini semenjak tahun 2006," imbuh pensiunan pegawai di kantor Ekspor Impor ini.

Menurut lelaki beranak dua ini, bebek goreng khas Surabaya sudah begitu populer di kalangan penikmat kuliner Jakarta. Otomatis dirinya mengaku akan kesulitan bersaing secara langsung dengan para pengusaha restoran besar lainnya yang sudah memiliki merk bebek goreng lebih dahulu. Pengalamannya berjalan-jalan dan berkeliling menikmati beberapa jajanan bebek goreng membuatnya harus menjual sajian sego bebek goreng khas Jawa Timur yang memiliki ciri khas asli namun mudah diingat. Maka dia pun memilih nama Ebes-06.

Pak Haji Jum yang lahir di Desa Duwet, Tandes, Sidoarjo ini tanggal 1 Mei 50an tahun lalu ini termasuk lelaki yang beruntung. Saat masih dinas di kantor ekspor impor, dia bertemu dengan calon istrinya yang jauh lebih muda sekitar 11 tahun. Dari istrinya yang saat itu masih bekerja di sebuah perusahaan swasta Surabaya, timbul inspirasi untuk kelak mempunyai usaha sendiri selepas dirinya berhenti bekerja.

Satu keberuntungan dan jodoh yang akhirnya sang istri mendapat tugas pindah kerja ke Jakarta. Hanya dalam waktu kurang dari 6 bulan, perkenalan mereka digenapi dengan naik ke pelaminan. Dan rupanya jodoh dari Tuhan pulalah yang membuat pak Haji Jum semakin bersemangat untuk membuka usaha warung di sebuah supermarket terkenal. Saat itu lelaki ramah yang selalu tampil penuh canda ini membat kesepakatan dengan manajemen supermarket membuka kantin Bebek Goreng Surabaya. Maka dalam hitungan beberapa bulan saja, dirinya sukses membuka 5 cabang kantin Bebek Goreng di mini market terwaralaba itu.

Sayang untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Pergantian manajemen puncak di minimarket waralaba itu membuat dirinya tersisihkan dari jatahnya memiliki kantin dan gerai di supermarket waralaba itu. Namun tak putus asa, pak Haji Jum melanjutkan membuka usaha bebek goreng khas Suroboyonya dengan sentuhan pribadi berupa sambel khas buatan tangannya, di kaki lima. Hal ini tak lepas dari dukungan penuh sang istri yang masih bekerja di sebuah perusahaan swasta.

Kalau Anda penasaran ingin mencoba betapa pedas bebek goreng EBES-06 dan mau merasakan gimana seh enaknya bebek goreng campur mangga serasa kesamber petir?... Silakan reservasi kunjungan ke nomor 0812.9200.827 atau kunjungi warung kaki lima depan McDonald's 24 jam Pangkalan Jati, Kalimalang.

Sidik Rizal dobeldobel.co.cc

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar