Laman

Pasang Iklan Anda di sini


Raja Sop Betawi

Rajanya Sop di Jabodetabek, Unggul dalam Rasa

Dengan tambahan sedikit sambal merah, yeap! Though a spoon of sambal, but it looks very hot! Well... kalau penampilan bening dan mulus dari yang kayak gene... siapa seh yang nggak nafsu? Sluuuuurrrrp.... ini dia baru mantap sopnya. [...]
Nasi Dbelanga

Nasi Belanga, tradisional khas Bekasi modern

Di Bekasi sepertinya ada beberapa tempat yang mulai menyajikan masakan berbahan baku nasi ini, khususnya yang menggunakan daun atau justru tempat masak yang unik lainnya seperti kendil atau belanga yang terbuat dari keramik tanah liat [...]
Ayam Bakar Bumbu Rujak

Cuma ada satu di Bekasi Ayam Bakar Bumbu Rujak yang Ajiiib...!

Gurihnya daging ayam bakarnya lumayan empuk dan bau serta sensasi gosongnya begitu pas bercampur bumbu rujak. Wah kalau yang kayak gini seh makan setiap hari juga mau[...]
SateKuahBangUya

Sate Kuah Bang Uya: Ada kelezatan ajaib di kuah satenya

Sate Kuah ala Bang Uya yang dimiliki oleh Mas Bayu ini sebenarnya timbul dari ide ayah dari dua anak ini ketika seringnya orang menikmati sate dan sop kambing secara bersamaan atau gule kambing secara bersamaan [...]
Bengkel Kuliner

Pilih yang mana? Ikan Bakar Sambal Tauco atau Sambal Mutiara?

Yang tersisa adalah Ikan Bawal Bakar dengan sajian bumbu sambal Tauco, Sambal Mutiara dan Sambal Rujak. Kalau diranking kelezatannya, bisa jadi ya Bumbu Tauco yang pertama (gurih dan lezatnya gak ada lawan kayaknya neh?) [...]
Cangkru'an VW

SegO RAKyat Vokoke Wareg

tempat ini choesoes oentoek tjangkroe’an toean poean njang siboek bekerdja zonder waktoe oentoek memasak agar soepaja toean poean tida’ spanneng bergaboenglah oentoek tjangkroek jang bermakna [...]
Ayam Setel vs ACH

RM Sambal Hijau: Ayam Setelnya yang Bikin Nafsu

Dari sekian banyak pilihan menu goreng ayam, mungkin cuma Ayam Setel yang punya karakter sajian terunik yang pernah diliput kami... kayaknya terlalu penting untuk dilewatkan begitu saja [...]
BakmiDjowo MbahWiryo

BakmiDjowo belasanribu perak berpeluang proyek ratusanjuta rupiah

Ini dia tempat nongkrong elit bernuansa tradisional. Nggak perlu berkocek tebal untuk bisa mendapatkan proyek besar. Datang kunjungi Bakmi Djowo Mbah Wiryo, kali aja Anda sedang beruntung dapat megaproyek karena bertemu para pengusaha low profile high profit oriented [...]
SateVirgin

Sate Kambing Muda Tanpa Urat - Makanan berenergi

Tanpa urat yang membedakan kami dengan sate lainnya, sehingga sate mudah dikunyah dan dicerna lambung. Sate yang ada uratnya membuat sulit dikunyah dan seringnya ditelan saja atau dibuang/dimuntahkan [...]
bebek kWali

Ini baru masakan bebeknya orang Jakarta

Satu tempat makan yang kini juga menjadikan makanan ini sebagai sajian utama, adalah warung makan sederhana bernuansa manajemen resto modern, yakni bebek kWali. Dari nama dan penulisannya saja kita sudah penasaran dibuatnya. Mengapa harus menggunakan kwali dan mengapa huruf "W" harus kapital? [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega-3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
WarungDusun

Sayur Lodeh dan Asem-Asem Daging favorit Bung Karno ada di sini

Resto baru dibuka menyajikan keistimewaan makanan dan minuman kampung dengan atmosfer modern. Tempat cozy (nyaman) di bilangan Pondok Kelapa yang menawarkan kelengkapan fasilitas dengan harga pas selera puas yang cocok buat rendezvous, acara keluarga ataupun arisan dan ulang tahun [...]
Bebek Kaleyo

Mi Lethek Khas Bantul, Kuliner yang Nyaris Punah

Selama ini yang namanya makanan tradisional identik dengan kepunahan. Bila ada yang bisa bertahan pastilah karena kecintaan para penggemarnya atau pembuatnya yang masih bertahan menjual warisan budaya kuliner tersebut. Salah satunya adalah mi (atau mie) lethek dan sayur besan [...]
Mie Kocok Bandung

Mie Kocok Bandung Mang Uci Bengkel Kuliner

Mie Kocok Bandung Mang Uci menawarkan beberapa variasi masakan mie, mulai dari Mie Kocok Kikil, Mie Kocok Kikil Bakso, Mie Kocok Bakso dan terakhir Bakso Sapi Spesial. Hmmmm... rasanya betah tertinggal di lidah hingga berjam-jam [...]

Senin, 20 Juli 2009

Pisang Ijo Rose Jajanan Jelang Buka Puasa yang Diwaralabakan

JAJANAN TRADISIONAL PILIHAN BERBUKA PUASA
WARALABA PISANG IJO DI BEKASI SEMAKIN MARAK

Bekasi, dobeldobel.com - kelanakuliner.com
Menjelang bulan puasa, maka bisa dipastikan muncul dan menjamurnya usaha jajanan pembuka yang kian digemari dan dicari. Wilayah Bekasi baik kota maupun kabupaten, khususnya komplek perumahan pastinya akan diramaikan oleh lapak-lapak atau gerai sederhana yang menjajakan penganan jajanan manis dan murah meriah serta cepat untuk berbuka.

Biasanya jajanan yang memang menjamur di bulan puasa itu akan berlanjut menjadi usaha kuliner jajanan yang menjanjikan dan kian banyak digeluti oleh banyak orang, karena modal usahanya yang relatif murah dan proses produksinya yang tidak njelimet.

Melihat peluang pasar inilah, pasangan suami istri, Noko dan Veronica, pengusaha roti dan kue Rose yang membuka tokonya di bilangan ruko Taman Galaxi, mulai membangun usaha bermodal minim dengan sistem waralaba. Pilihan jenis produk makanan Pisang Ijo, dikarenakan momentumnya yang menjelang bualan puasa dan produksi yang bisa dilakukan secara massal dan bersamaan dengan usaha yang sudah berjalan.

Menurut Veronica sendiri, mereka mampu menyediakan seberapa banyak Pisang Ijo yang akan dibutuhkan para pemegang waralaba (franchisee). Tinggal masalahnya adalah di pendistribusian dan pelayanan saat usaha ini dimulai. Bila kualitas produk sudah teruji dan memang memempunyai rasa yang sesuai dengan selera pasar menjadi syarat utama, namun jangan dilupakan pula pelayanan kepada pelanggan agar produknya bisa sampai ke pelanggan dalam keadaan kualitas terjaga.

Noko, sang suami juga menambahkan bahwa usaha jajanan Pisang Ijo ini pada mulanya hanya mempunyai satu jenis produk dasar andalan, yakni Es Pisang Ijo dan bubur sumsum. Karena umumnya pembeli dan pelanggan yang menkonsumsinya untuk penganan berbuka puasa. Adapun derivasi dan kombinasi yang sesuai dengan permintaaan pelanggan, maka dicoba pula Es Pisang Ijo dengan Vla. Tidak seperti kebanyakan Es Pisang Ijo yang ada di daerah lain, taruhlah di bandung ada tempat Es Pisang Ijo yang menawarkan Pisang Ijo dengan bahan pembungkus yang dibuat dari tepung beras. Pisang Ijo olahan mereka itu sangat mudah basi di samping rasanya yang jauh bila dibandingkan Pisang Ijo buatan Rose, karena dibuat dari kulit pembungkus tepung beras ketan. Jadi rasanya tentu lebih gurih dan legit, ujar sang lelaki pengusaha ini meyakinkan.

Pisang Ijo Rose adalah jajanan tradisional siap saji yang dikreasikan dengan kualitas dan cita rasa tinggi oleh Rose bakery dan dikhususkan untuk waralaba. Es Pisang Ijo adalaha jajanan minuman dingin campuran es batu dan Pisang Ijo yang dicampur dengan bubur sumsum atau vla dan bisa ditambah topping sesuai selera. Pisang Ijo Rose dibuat dari pisang pilihan dan dibungkus dengan tepung ketan yang diberiwarna hijau daun pandan.

Es Pisang Ijo Rose disajikan dalam beberapa variasi seperti vla, sirup dan susu kental manis dan bisa diberi topping seperti messis atau parutan keju. Kemudian variasi lainnya es Pisang Ijo dengan bubur sumsum, sirup dan susu kental manis. Variasi Es Pisang Ijo yang terakhir dan mulai digemari para penikmat jajanan manis dingin ini adalah Es Pisang Ijo dengan bubur sumsum, kacang merah, sirup dan susu kental manis.

Namun karena kacang merah yang lebih cepat basi, akhirnya variasi ini diganti dengan ketan hitam. Dan ternyata para pelanggan menerima. Dan tentunya kesemua sajian itu akan terasa segar dengan es parut.

Waralaba Pisang Ijo Rose
Usaha makanan khususnya jajanan tradisional adalah jenis usaha yang hanya membutuhkan modal usaha relatif kecil, resiko minimal tapi dengan hasil cukup menjanjikan dan pasti serta tahan terhadap krisis ekonomi.

Waralaba Pisang Ijo Rose bisa jadi pilihan tepat bagi Anda untuk usaha wiraswasta dengan modal terjangkau.

Lalu apa yang menarik dan berbeda dari warlaba (franchise) PISANG IJO Rose?
- Jajanan dengan cita rasa dan kualitas tinggi
- Dapat dinikmati oleh semua kalangan konsumen tanpa batas usia.
- Harga jual yang terjangkau, hanya Rp. 5.000,- per porsi
- Mudah penyajiannya tanpa peru prose pengolahan rumit
- Jajanan setiap waktu dan tanpa mengenal musim
- Didukung oleh nama dagang Rose, sebuah usaha bakery yang didukung program promosi berkesinambungan.

Peluang dan keuntungan dari waralaba (franchise) PISANG IJO Rose adalah:
- Modal terjangkau dan cepat kembali dengan hasil yang menjanjikan dan pasti.
- Usaha dan keuntungan 100% milik sendiri
- Tanpa dikenakan biaya royalty
- Biaya waralaba sudah termasuk gerai (gerobak modern) dan peralatan yang menjadi milik pribadi
- Hanya memerlukan tempat usaha yang kecil di tempat strategis
- Pasar terbuka yang sangat luas.
- Usaha sepanjang waktu serta supplai produk dijamin lancar.
- Bila dijalankan sendiri atau cukup oleh 1 (satu) orang karyawan.

Macam-macam Program Waralaba/Franchise PISANG IJO Rose
- * Program personal perorangan
- * Program "Member Get Member"

Program Personal Perorangan Rp. 5.000.000,- / paket (Lima Juta Rupiah)
Mencakup biaya-biaya:
1. Bebas biaya kemitraan untuk 5 (lima) tahun pertama.
2. 1 counter/gerai penjualan cantik yang menjadi milik franchisee
3. Perlengkapan & peralatan yang menjadi milik franchisee, terdiri dari:
-- 3.1. Tempat Pisang Ijo = 1 pc
-- 3.2. Tempat Vla, bubur Sumsum dan Ketan Hitam = 4 pcs
-- 3.3. Sendok Vla, bubur sumsum dan ketan hitam = 4 pcs
-- 3.4. Tempat Topping Messe & keju = 2 pcs
-- 3.5. Sendok topping messes = 1 pc
-- 3.6. Parutan keju = 1 pc
-- 3.7. Tempat sirup = 1 pc
-- 3.8. Mangkuk = 6 pcs
-- 3.9. Sendok makan = 6 pcs
-- 3.10.Termos es = 1 pc
-- 3.11. Parutan es = 1 pc
-- 3.12. Jepitan Pisang Ijo = 1 pc
-- 3.13. Tempat sendok = 1 pc
-- 3.14. Pisau = 1 pc
-- 3.15. Talenan = 1 pc
-- 3.16. Lap serap air = 1 pc
-- 3.17. Lap kain = 3 pc
-- 3.18. Tempat tissue = 1 pc
-- 3.19. Ember plastik = 2 pcs
-- 3.20. Kursi plastik = 5 pc
-- 3.21. Seragam/T-shirt petugas gerai = 2 pcs
-- 3.22. Tempat sampah = 1 pc
-- 3.23. Standing banner = 1 pc
-- 3.24. Paket Pisang Ijo perdana = 25 pcs + Vla, Bubur Sumsum dan Ketan Hitam

* Minimal order Pisang Ijo 25 pcs termasuk Vla, Bubur Sumsum dan Ketan hitam @ 2.500,- + Ongkos kirim Rp. 2.500,- (dibayar kontan waktu barang diterima)
* Biaya pembaruan kemitraan waralaba Rp. 1.500.000,- per 5 tahun
* Yang disiapkan sendiri oleh franchisee = Sirop Cocopandan, Messes, keju dan Es batu

SIMULASI R.O.I. (return of invesment) Tingkat Pengembalian Modal
Waralaba/Franchise PISANG IJO Rose

A. Penjualan minimal per hari 50 buah Pisang Ijo = 50x@Rp. 5.000,- = Rp. 250.000,-
B. Penghitungan LABA
-- Laba Kotor per hari : 50 buah x Rp. 2.500,- = Rp. 125.000,-
C. Biaya per hari:
----- Honor 1 (satu) karyawan penjaga gerai : Rp. 25.000,-
----- Biaya sewa lokasi/hari : Rp. 10.000,-
----- Biaya tambahan seperti sirop, es batu, gelas plastik, sendok plastik dan tas kresek: Rp. 15.000,-

-- Maka total biaya per hari Rp. 50.000,-

D. LABA BERSIH per hari = (B) - (C) = Rp. (125.000,- - 50.000,-) = Rp. 75.000,-
E. Laba Bersih per bulan (30 hari) = 30 x Rp. 75.000,- = Rp. 2.250.000,-

maka R.O.I. (Return of investment) = Biaya Investasi Waralaba/Franchise : Laba bersih per bulan = Rp. 5.000.000,- : 2.250.000,- = 2,2 bulan atau setidaknya 3 bulan.

*) Biaya tambahan untuk topping keju dan messes tidak dimasukkan dalam perhitungan laba karena sudah termasuk dicover oleh penambahan harga jual + Rp. 1.000,- setiap penambahan topping tersebut.

MAU BUKA USAHA WARALABA PISANG IJO?
Hubungi
Dik Rizal untuk wilayah di luar Bekasi (Jabodeta)
Telp. (021) 9346.1965
Veronica untuk wilayah Bekasi

--------------------------------------------------------------------------------------------
Resep Pisang Ijo Ketan
Bahan-Bahan :

  • 40 gr tepung beras ketan
  • 1/2 sendok teh garam
  • 300 ml air
  • 100 ml air daun suji
  • 3 tetes pewarna hijau atau pasta pandan
  • 175 gr tepung beras ketan
  • 5 buah pisang raja yang tua
  • es serut
  • sirup merah (cocopandan)

Bahan Saus:
  • 650 ml santan
  • 50 gr tepung terigu
  • 75 gr gula pasir
  • 1 lbr daun pandan
  • 1/4 sendok teh garam

Cara Mengolah :
  • Aduk tepung beras ketan, garam, air, air daun suji, pewarna hijau lalu rebus sambil diaduk sampai mendidih, angkat.
  • Tambahkan tepung beras, aduk rata lalu aduk lagi sampai kalis (tidak lengket). Tipiskan adonan, balutkan pada pisang hingga tertutup.
  • Kukus pisang selama 20 menit. Angkat dan sisihkan.
  • Rebus bahan saus sampai mendidih, angkat lalu dinginkan.
  • Potong-potong pisang hijau, tuangkan saus, es serut, dan sirup merah. (disarikan dari beberapa sumber)

--------------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan terkait dengan Waralaba Pisang Ijo (Rahmat Saepulloh/ dtc)
MARAKNYA WARALABA PISANG IJO
Kenalkah anda dengan pisang ijo? Yup, makanan khas Makassar ini kini menjadi pemandangan tak asing karena sepertinya tersebar di setiap sudut Kota Bandung. Entah itu di Jalan Dipatiukur, Jalan Antapani, Jalan Ciumbuleuit, Jalan Ambon, atau di Jalan Ternate.
Jangan heran, roda-roda penjual pisang ijo ini semuanya sama termasuk namnya yaitu Pisang Ijo Ala’din. Menu dan rasapun sudah bisa ditebak pasti tidak akan jauh beda meski pemiliknya berbeda-beda.
Seperti pisang ijo di Jalan Ternate yang dimiliki tiga orang mahasiswa yaitu Galih dan Aulia dari Unpad, serta Nita dari Unisba. Menurut Galih, usaha pisang ijo ini adalah franchise atau usaha waralaba. Sehingga kita tidak akan menemukan di man pusatnya karena memang hanya tersebar di roda-roda.
Galih yang baru menjalani usaha warlaba pisang ijo ini selama empat bulan mengaku kalau dirinya adalah franchise yang ke-44 di Bandung. Itupun tercatat saat September lalu, kalau sekarang mungkin sudah mencapai angka 50.
Gimana ya ceritanya mereka bisa tertarik usaha franchise pisang ijo ini?
“Pisang ijo kan sekarang sedang menjamur di Bandung. Jadi saya dan teman-teman coba-coba buka usaha,” tutur Galih. Sebelumya, mahasiswa semester 8 ini mengenal usaha pisang ijo dari kawannya yang sudah berjualan lebih dulu.
Galih pun tertarik dan bersama teman-temannya menginvestasikan sejumlah uang untuk memulai usaha pisang ijo. Bermodalkan Rp 4,5 juta Galih sudah bisa menjalankan usaha ini dan terima beres dari mulai roda berjualan sampai seluruh menu makanan.
Walaupun diakui Galih omzet yang dihasilkan sampai saat ini belum bisa mengembalikan modal karena Galih pun harus membayar biaya sewa tempat. Tapi Galih optimis, lokasi di Jalan Ternate yang cukup strategis karena dekat dengan kawasan Fo dan distro di Jalan Martadinata akan membuat usahanya berjalan dengan lancar.

Minggu, 19 Juli 2009

LILI DIMSUM: Lezat dan Berkhasiat

Dimsum Kilat Mengkilat Rasanya Melejit Lezat
Hakau, Pokaicau, Maulingkau, Siomay, Hakkau Brokoli,

Bekasi  - kelanakuliner.com
Menanti suasana petang berlalu dan memasuki malam yang indah di jantung kota Bekasi, mungkin hanya di beberpa tempat istimewa yang berdekatan dengan perempatan pintu gerbang Tol Bekasi Barat. Ada Giant, Metropolitan Mall, Bekasi Cyber Park, Ramayana Dept Store dan Bekasi Square. Sepertinya hanya Bekasi Cyber Park yang cukup dikenal sebagai tempat jajanan kuliner dengan failitas hotspot dan live music.

Di lantai dua, saya coba ruang terbuka di sana dulunya ada band live music, namun beberapa perubahan temporer, terkadang pertunjukan diadakan di dalam secara bergiliran. Untuk makanan kelas ringan dan tak perlu repot serta saji cepat, sepertinya dialokasikan di bagian ruang terbuka.

Sedangkan makanan yang masuk kategori dinner dan meal ada di bagian area dalam. Namun begitu keduanya sama-sama memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing. Salah satunya adalah Lili Dimsum, yang berada di luar dan di barisan tengah.

Lili Dimsum yang dimiliki oleh Merry ini, memang hanya menyajikan makanan sehat khas Asia (berasal dari Korea). Rebusan aneka ikan atau udang yang dicacah kemudian dibungkus adonan tepung sagu campur terigu dan dikukus hingga tampak mengkilat dan kelihatan menarik, segar sertamengundang selera. Wangi bahan-bahan sayur dan bumbunya harum dan tak ada amis ikan sama sekali, di samping itu makanan ini sangat direkomendasikan karena proses pemasakannya yang tidak digoreng dengan minyak namun dikukus matang.

Kelezatan dimsum memang sudah dikenal di manca negara dan Dimsum Lili punya kekhasan. Seperti halnya siomay, maka salah satu menu favorit dan andalan Lili Dimsum adalah Hakau Dua Mata dan Hakau Brokoli. Dua jenis Hakau baik yang berisi Udang maupun ikan ini termasuk unik dan tak ada duanya di lain tempat. Dan perlu Anda ketahui, Dimsum Lili sudah menjadi supplier tetap dimsum beberapa hotel berbintang di Bandung, aku Merry yang menjadi wakil pemasaran & distribusi wilayah Bekasi.

Harganya pun relatif terjangkau untuk kelas BCP. Hanya dengan Rp.12.000,- satu porsi dimsum siap tersaji di meja Anda dengan jumlah 4 potong per paketnya. Mau Anda kombinasi dengan makanan lainnya? Tinggal Anda pilih sendiri, rata-ratanya harga serupa.

Rekomendasi saya adalah 3 bintang mengenai bentuk dan rasanya. Plus satu bintang perak untuk kategori makanan yang menyehatkan khususnya Anda yang menderita penyakit asam urat, kolesterol dan tekenan darah tinggi. Cepatlah Anda datang ke outlet Lili Dimsum baik yang di BCP atau yang ada di Taman Galaxy.
Dik Rizal - dobeldobel.com

Tulisan Terkait dengan Dimsum

Hasil Kursus Aneka Dimsum sama Orange Kitchen
Hari Ahad kemarin aku ikutan kursus aneka dimsum di Titan Fatmawati. Kursus ini di selenggarakan komunitas Orange Kitchen. Di komando dengan 3 orang chef dari sebuah hotel di bandung (jauh amat ya import chef-nya, jangan-jangan mau sekalian jalan-jalan “wink” ) suasama kursus dari jam 10 sampai hampir jam 4 sore jadi terasa fully loaded dengan banyak ilmu plus tips dan trik serta ada bonus resep
Sebelum aku lupa, aku buat catatan di blog ini. Semoga dengan begini makin banyak masukan dan aku tetap ingat dengan hasil kursus (dan mesti di praktekkan ya…secara makanan ini eunak).Kursus Aneka Dimsum Orange Kitchen
By chef Rudi dan Andi 9 november 2008. Titan Fatmawati.
Kulit Hakau
Bahan :
1000 gr tepung tangmien
500 gr tepung sagu
500 gr air panas

Cara membuat :

  1. Campur rata tepung tangmien dan tepung sagu. Setelah dicampur bagi menjadi 2 bagian.
  2. Tambahkan air mendidih sambil di uleni sambil ditambah campuran tepung sedikit demi sedikit sampai tercampur rata.
  3. Kalau adonan sudah jadi bungkus dengan plastik supaya adonan tidak cepat kering dan keras.
Kulit Kuotie dan shanghai shiolung pao

Bahan :

600 gr tepung terigu kunci
30 gr tepung sagu
300 gr air panas mendidih
1 sdm minyak

Cara membuat :

  1. Campur terigu dan sagu.
  2. Siram dengan air panas, aduk sampai jadi adonan.
  3. Roll bulat-bulat. Iris/potong. Kemudian giling supaya bentuknya bulat.
Mantau dan kulit shiuolung pao

Bahan :

600 gr terpung terigu kunci
150 gr gula
16 gr ragi instant (mis. Fermipan)
8 gr baking powder
5 sdm santan Kara
250 gr air



Cara membuat :

  1. Masukkan semua bahan kecuali air.
  2. Masukkan air sedikit demi sedikit, aduk adonan sampai kalis.
  3. Roll panjang dan bulat, kemudian potong-potong. Untuk mantau setelah bulat tekan sedikit di bagian atas jadi ntar bentuk adonan yg dikukus tidak bulat tapi agak oval.
  4. Semprot dengan air, diamkan 30 menit, kemudian kukus sampai matang.

    Kaki ayam.

    Bahan :
    600 gr kaki ayam
    4 gr garam
    15 gr chicken powder (misal royco, knorr)
    15 gr gula
    25 gr tepung sagu
    1 sdm saus tiram
    2 sdm saus sambal
    150 saus merah (resep ada di bawah)
    2 sdm tausi
    20 gr bawang putih goreng
    Minyak wijen secukupnya
    2-3 buah bunga lawang/star anise

    Bawang adun, bawang
    bombay, jahe, diiris.

    Cara membuat :
    1. Potong kaki ayam jadi 2 bagian.
    2. Rebus kaki ayam kemudian goreng (sebaiknya dengan minyak goreng bekas supaya hasilnya kaki ayam lebih coklat).
    3. Setelah di goreng angkat, letakkan di wadah campur dengan bawang daun, bawang bombay, jahe dan bunga lawang. Campuran ini bisa direbus selama 45 menit atau cara lain tambahkan air kemudian kukus selama kurang lebih 1 jam.
    4. setelah itu tiriskan. Campur dengan sagu.
    5. Di tempat lain campur chicken powder, garam, gula, saus merah, tausi, minyak wijen, saos sambal. Aduk sampai kalis.
    6. Setelah tercampur rata dan kalis masukkan kaki ayam.

    Saus Merah
    Bahan :
    350 gr gula
    50 gr chicken powder
    35 gr kecap asin
    70 gr saus tiram
    35 gr mushroom soy sauce
    Campur semua bahan di atas (A)
    160 gr tepung sagu
    70 gr tepung maizena
    200 gr air (kalau air kurang ambil dari 1000 gr air yg sudah ditulis di bawah)
    Campur rata jadi seperti pasta (B)
    1000 gr air
    Pewarna merah secukupnya

    Bumbu :
    ½ butir bawang bombay
    1 buah jahe
    4 tangkai bawang daun
    3 buah bawang merah
    3 buah bawang putih
    Cincang halus bahan bumbu

    Cara membuat :
    1. Tumis bumbu cincang sampai harum.
    2. Tambahkan bahan A yg sudah tercampur rata tadi. Tambah air, masak sampai mendidih. Setelah itu saring.
    3. Masukkan bahan B, aduk sampai kental dan mendidih, beri sedikit minyak supaya tidak gosong/lengket.
    4. Masukkan ke kulkas, inapkan selama semalam. Hasilnya seperti lem kanji warna merah.
    5. Saus merah siap digunakan sebagai bumbu untuk kaki ayam atau untuk campuran ayam sebagai isian bakpau.

    Isi Siomay
    Bahan :
    400 gr paha ayam filet, potong kotak
    200 gr udah, kupas, potong kotak
    20 gr tepung sagu
    5 gr garam
    10 gr chicken powder
    15 gr gula
    20 gr jamur shitake, potong kotak
    Minyak wijen sesuai selera

    Cara membuat :
    1. Campur ayam, udang, dan jamur yg suddah dicuci bersih dan di potong kotak.
    2. Masukkan potongan ayam ke dalam campuran garam, lada, sagu, aduk hingga campur rata. Kemarin pas kursus di aduk pakai mikser pakai padle atau K beater. Di aduk sampai ”benyek”.
    3. Kemudian tambahkan gula, chicken powder, dan udang. Aduk lagi sampai udang agak ”tercabik-cabik” pokoknya kondisi udang sudah tidak ”firm” seperti udang segar.
    4. kemudian masukkan jamur shitake, aduk rata lagi.
    5. Terakhir tambahkan minyak wijen sesuai selera.
    6. Setelah adonan isian siomay jadi masukkan ke dalam kulkas minimal 1 jam, supaya adonan gampang di bentuk dan tidak terlalu lembek.

    Isi Hakau
    Bahan :
    600 gr udang peci, kupas, potong kotak
    10 gr chicken powder
    5 gr garam
    15 gr gula
    15 gr sagu
    Minyak wijen sesuai selera
    Minyak bawang untuk olesan.

    Cara membuat :
    1. Aduk udang. Garam, sagu hingga ½ hancur. Kalau di kursus ya itu tadi, di aduk pakai mikser dengan pengaduk padle (bagi pemakai kitchen aid) atau K beater (bagi pengguna kenwood).
    2. Tambahkan chicken powder, gula, minyak wijen. Aduk lagi sampai rata.

Sabtu, 18 Juli 2009

BEBEK ELLA: Masakan Khas Madura yang Ngetop di Lidahnya Orang Bekasi

PEDASnya BEBEK GORENG ELLA DISERBU KULINER TELEVISI
Bebek Goreng Pedas, Bebek Goreng Ella, Bebek Goreng Khas Madura

Bekasi, kelanakuliner.com
Kini semakin hari orang Bekasi boleh berbangga, apa pasal? karena makin banyak makanan khas dari daerah lain yang masuk di kota penyangga ibukota ini. Sebutlah Bebek Goreng Ella yang sudah beberpa kali diliput oleh televisi swasta, mulai dari RCTI, SCTV hingga TPI dalam acara wisata jajanan kuliner mereka.

Saya sendiri berusaha memburu dan menemui sang pemiliknya sekaligus biar tahu apa seh rahasia usaha kuliner ini bisa terkenal lezat serta disukai banyak pelanggannya. Maka saya pun langsung meluncur ke bilangan provinsi, dari Terminal Bekasi menuju ke Rawa Panjang dan menuju Pondok Gede. Sebelum pertigaan Pekayon, tepat di depan pasar grosiran MAKRO, di samping jalan layang sebelah kiri Anda akan jumpai plang nama bertuliskan RM. Bebek Goreng Ella.

Setelah masuk ke dalam dan saya pun berhasil bertemu dengan H. Ahmad Sholeh, lelaki pemilik RM Bebek Goreng Ella. H. Ahmad Sholeh, pria kelahiran Madura 55 tahunm lalu ini memang seorang yang bertemperamen tinggi, namun masih tetap ramah bagi saya saat menerima saya untuk diwawancarai. Dengan bercanda dia mengatakan, "Wah saya kayaknya harus periksa tas Anda yang besar itu, maaf bukan maksud saya curiga, tapi kewaspadaan kan belakangan hari ini kayaknya perlu banget setelah peristiwa pengeboman kemarin..." sambil terkekeh dan sayapun hanya mengangguk-ngangguk saja, toh akhirnya dia tidak memeriksa ransel besar saya yang berisi aneka macam peralatan tempur wartawan itu... hihihihi.. (Untung gak diperiksa, karena ada CD bekas 3 hari belum dicuci... untung aja... Fyuuuuhhhh!)

Ternyata menjalankan usaha Bebek Goreng ini tidaklah instan dan sertamerta sukses seperti sekarang ini. Sholeh yang bernama asli Subat ini, menceritakan tentang penderitaan dan jatuh bangunnya berwirausaha selama puluhan tahun semenjak usianya baru 20-an tahun.

Mulai dari main usaha di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kemudian diajak temannya untuk pergi ke pelabuhan Tanjung Priuk. Dan di sana dia nyaris celaka karena terancam dibunuh oleh proyek intelijen pimpinan LB Moerdani yang sangat populer kala itu, proyek sandinya "PETRUS" (Penembakan Misterius). Subat berani menceritakan hal ini, karena sebelum peristiwa besar itu, ia dan kawan-kawannya di pelabuhan Tanjung Priuk diberikan kartu Anggota, Prem yang dibagikan oleh oknum pegawai Bea Cukai.

Bila mereka tidak menggunakan kartu itu, maka mereka tidak bisa keluar masuk bebas di area pelabuhan. Subat pun mengikuti aturan main, namun setelah situasi semakin memanas dan beberapa temannya hilang entah kemana atau pada akhirnya mati tertembak dan dikarungi, maka ia segera buru-buru pergi ke Medan. Dan ia selamat. Ia berpendapat hampir semua temannya yang memilik KTA Prem banyak yang mati terkena Petrus. Tapi ia berhasil melupakan kenangan pahit itu. Ia pun mulai beralih usaha dengan bermain kayu serta besi tua, seperti kebanyakan orang Madura pada umumnya dalam berwirausaha.

Namun karena ketidakcocokan dan sukses tidak juga datang, dia mencoba buka usaha buka warung makanan khas masakan Madura. Setelah ia berhasil membeli sepetak tanah di bilangan Pekayon. Lagi-lagi usaha warungnya bangkrut dan setelah berdiskusi dengan istri dan keluarga lainnya mereka sepakat untuk mencoba makanan khas yang belum pernah ada di wilayah Bekasi. Pilihan jatuh pada Bebek Goreng Pedas. Dan sebagai langkah awal mereka membeli hanya dua ekor bebek untuk diolah masak.

Sholeh alias Subat sendiri mengakui bahwa dirinya bukanlah penggemar masakan pedas, sering tersedak hingga berbunyi "hiks" saat memakan masakan yang pedas-pedas. Namun karena kebetulan istrinya yang hobi memasak ini, maka segala sesuatunya ia serahkan kepada istrinya untuk menjalankan usaha RM Bebek Goreng Ella setelah sebelumnya mereka mencoba masakan Soto Madura, Sate Kambing dan Sop Kambing yang tidak begitu sukses.

Lalu dari mana datangnya nama Ella di belakang Bebek Gorengnya? Ahmad Sholeh yang telah beristri 3 ini mengatakan bahwa Ella adalah nama cucu perempuannya yang pertama. Lelaki yang tak pernah mendapatkan fasilitas kredit bank dan tidak mengenyam pendidikan tinggi ini memang pekerja keras yang ulet. Jatuh bangun di usaha perkayuan dan logam besi tua tidak menyurutkan inovasi dan diversifikasi usaha ke rumah makan. Bahkan kini anak-anak berhasil menyelesaikan kuliah di perguruan tinggi swasta dan meraih gelar sarjana.

Namun ketiga anaknya setelah bekerja di pabrik dengan gelar sarjana mereka, malah disuruh berhenti bekerja demi membantu usahanya melanjutkan RM Bebek Goreng Ella yang kini telah mempunyai 2 tempat.

Sukses memang selalu menghampiri orang yang tak pernah mau berhenti memeras keringat dan air mata. Dari ketiga istrinya dan kesemua anaknya, kini usaha ini hanya dijalankan oleh kelurga dan saudara mereka yang berasal dari Madura. Karena kesulitan mencari karyawan yang dapat dipercaya, Ahmad Sholeh hanya mempekerjakan keluarga dan anak-anaknya untuk bidang-bidang penting. Dari 7 orang keponakan yang pertama kali menajdi karyawan saat pertama kali merintis usaha warung makanan, kini dia sudah memiliki 22 pegawai di dua tempat RM Bebek Goreng Ella.

Dan dari usaha pertama kali yang bermodalkan 2 ekor bebek di hari pertamanya, kini sedikitnya 80 ekor bebek perhari yang dipotong untuk disajikan. Bahkan pada hari-hari tertentu puncaknya sampai 150 ekor bebek yang dihabiskan. Luar biasa.

Lalu bagaimana rasa Bebek Goreng Ella sendiri? Wow luar biasa pedasnya. baru sesuap nasi dan potongan kecil jeroan bebek saya coba, sudah langsung berkeringat dan membakar mulut saya. Bebek Goreng yang luar biasa pedas ini memang cocok buat mereka yang merasa kedinginan serta kesepian. Dijamin anda akan keringatan dan ketagihan. Masalah rasa, saya bisa memberikan peringkat 3 bintang. Nikmat, pedas, gurih dan empuk serta tidak berbau amis dagingnya. Inilah keistimewaan Bebek Goreng Ella, dari kesemuanya tidak ada bauk tengik dan amis.

Rahasianya adalah di proses awalnya. "Kalau saat awal bebek dipotong maka usahakan ujung pantat bebek (brutu dalam bahasa Jawa) dipotong terlebih dahulu sebelum diaduk-aduk dengan bumbu dan direbus awalnya." ungkap Subat terbuka. "Nah inilah yang bisa menghilangkan bau tengik dan amis. Bila tercampur brutu di awal pengolahan maka rasanya pun akan terpengaruh jadi gak enak!" terangnya dengan logat Madura yang kental.

Tapi yang paling penting dari itu semua adalah bagaimana kita tetap berusaha memberikan seuatu yang terbaik buat para pelanggan kita, dan tidak perlu berbuat "jahat" (sesuatu yang merugikan) dengan orang lain. Apalagi semua karyawan adalah saudara saya, maka mereka akan mati-matian membela bila terjadi hal-hal yang bisa menyerang dan merugikan saya, tuntasnya mengakhiri wawancara. Dan saya pun dipersilahkan utnuk menikmati masakan utama mereka bebek goreng pedas ala Madura. Hmmmmm....! kapan lagi bisa makan gratisan kayak gini dan dibayar lagi! hahahahaha! Bungkus Cak!
DikRizal-dobeldobel.com

Jumat, 17 Juli 2009

RM mAmink Daeng Tata: Iga Bakar, Sop Konro dan Es Pisang Ijo + Pallu Butung

Penderita Sakit Sekalipun Bisa Menikmati
TATA RiBs Daging Iga Bakar Empuk dan Lezat

Jakarta, dobeldobel.com - kelanakuliner.com
Seharian dari pagi di bilangan Mega Kuningan meliput peristiwa ledakan kedua di hotel yang sama JW Marriot dan Ritz Carlton memang membuat saya lelah serta sedikit lapar. Seperti biasa mas Dian rekan saya mengingatkan bahwa saya ada janji dengan klien-klien untuk diliput dan ditemui tentunya untuk sebuah penulisan. Namun karena saya menganggap berita peristiwa ledakan bom di Mega Kuningan jauh lebih penting untuk dilaporkan, saya menundanya dan akan menindaklanjuti setelah sholat Jum'at.

Kemudian saya pun sholat Jum'at di kawasan Mega Kuningan, kawasan yang mendadak jadi ramai oleh orang serta para pedagang jajanan kaki lima, tentunya membuat suasana tersendiri semenjak pihak aparat keamanan membuka blokade sejak siang setelah pukul 10.30 wib. Dan saya pun setelah mendapatkan beberapa gambar, kemudian langsung meluncur ke bilangan Tebet, untuk menemui Daeng Tata, sang pemilik rumah makan Sop Konro dan Iga bakar yang terkenal mAmink Daeng Tata®.

Sesuai dengan janjinya, saya bisa menemuinya di pintu masuk tanpa kesulitan, karena kebetulan ia sedang bertemu dengan salah satu kenalannya di meja makan dekat pintu masuk. Wah, tak seperti biasanya, Warung masakan Makassar ini sepi, hanya 5 meja saja yang saya perhatikan terisi oleh pengunjung. "Yah mungkin karena peristiwa ledakan bom di Mega Kuningan berimbas ke para pengunjung kami yang memang umumnya adalah orang kantoran," jelas Daeng sambil tersenyum kepada kelanakuliner.com

Siang itu, saya melihat anak dan istrinya duduk di meja pemesanan. Sang anak tampak dengan busana muslim karena habis sholat Jum'at, dan istrinya yang mengenakan jilbab terlihat masih cantik duduk di dekat sang anak. Daeng Tata sendiri mengenakan baju koko dan menyambut saya dengan ramah sambil menwarakan saya untuk menikmati Sop Konro sekaligus Iga Bakarnya yang dipatenkan. Wah pucuk dicinta ulampun tiba. (Sebenarnya saya enggan menerima tawarannya untuk makan daging, berhubung sakit gigi saya sedang kumat, maklum sebagai penikmat makanan dan jajanan saya memang tak pandai merawat kesehatan gigi saya. Anda bisa banyangkan sendiri, bila sedang berkelana kuliner, sehari saya bisa makan sedikitnya 3 tempat dan jarang bersikat gigi. Bisa Anda bayangkan repotnya kan?). Namun karena keramahan dan biar ada waktu saya mempersiapkan peralatan wawancara, saya biarkan dia dan mengangguk saja.

Menurut beberapa teman saya di jaringan FB, Sop Konro buatan Daeng Tata bukan saja terkenal lezat, namun juga sangat membantu para penderita kolesterol. Lho kok bisa? Karena racikan rempath-rempah dan sopnya yang dibuat mampu menetralisir bukan saja kolesterol yang ada di dalam daging iga yang disajikan, tapi juga secara tak langsung bisa mengurangi kolesterol jahat di dalam tubuh orang yang menikmatinya. "Seperti air tajin beras yang dijadikan kuah sop konronya, diyakini banyak orang bisa menurunkan kolesterol," jelas sang penggemar motor unik Skuter ini.

Saya pun awalnya tak begitu percaya, maklum sebagai penikmat kuliner saya selalu mengetahui bahwa penyumbang terbesar dari penyakit degeneratif adalah dari makanan. Terutama makanan yang masuk kategori junk food. Perlu Anda ingat, makanan sampah yang maksudkan bukan saja makanan import dari luar negeri, tapi di Indonesia juga ada. Cirinya adalah, penggunaan bahan pengawet, vitsin (atau micin dan bahasa ilmiahnya MSG), kemudian penggunaan bahan berkolesterol tinggi seperti santan kelapa yang jenuh seperti masakan daerah-daerah tertentu dan makanan atau minuman yang menggunakan zat pewarna.

Begitu datang di meja saya nasi bertabur bawang goreng dan sambal yang akhirnya saya tahu itu adalah saos bumbu tauco serta kecap, baru kemudian sop konro yang legendaris dari tanah Makassar itu hanya dalam waktu kurang dari 3 menit (cepet juga neh time service-nya). Tak lupa saya memesan es jeruk, kerana saya lupa memesan minuman istimewa sajian Daeng Tata. Ah masa bodo... Melihat sop konronya saja saya sudah terbit selera menggila dan sesaat lupa pula sakit gigi yang mendera semenjak pagi. Saya tahu saya bakalan menghadapi suwiran daging penyelip gigi nan menyiksa dari tulang iga sapi yang akan saya nikmati ini. Tapi gak peduli, karena bau harum Sop Konro mengalihkan dunia saya (iklan banget gak sih?)

Mulanya saya menikmati daging dengan garpu dan sendok dan setelah datang Iga Bakar (TATA RiBs™), sayapun menggunakan pisau untuk mengiris daging yang menempel di tulang iga sapi malang itu (maaf yah om sapi... tulang igamu tampaknya terlalu nikmat untuk disia-siakan).

Selagi saya menikmati daging iga yang empuk dan lunak ini, sesekali Daeng Tata, yang bernama asli Muhammad Amin ini, mengingatkan saya agar menikmati sop konronya dengan memegang tulang iganya, karena memang begitulah khas cara memakannya. Hehehe... gak perlu ja'im kalau makan di tempatnya Daeng Tata, karena sudah berapa pejabat presiden yang makan di tempat ini, kecuali bung Karno saja, karena memang bukan masanya beliau. (Saya percaya, semisalnya Daeng buka saat bung Karno berkuasa, pasti dia juga akan menikmati masakan khas Sulawesi Selatan ini, kan bung Karno terkenal sebagai pengelana kuliner sejati juga).

Kunyahan awal saya hanya berani manyuap nasi dan kuah sop konro yang gurih dan aroma bakaran daging yang khas, ditambah rasa bumbu tauco yang gurih dan manisnya kecap serta asamnya perasan jeruk nipis membuat saya mulai beranikan diri untuk mengunyah irisan daging iga. Empuk diirisnya dan hap!!! Sukses potongan daging iga berhasil melewati gigi-gigi lemah saya. Saat dikunyah saya mencoba cari-cari bagian terempuk dan tidak alot. Hmmmmm, juicy dan bau gosong daging yang khas menaikkan air liur saya ke permukaan lidah.

Dan masya Allah....! Ternyata gigi saya nggak ngalamin kesulitan yang berarti mengunyah sang daging.... (rahasia empuknya daging ternyata adalah proses presto yang sedikitnya 4 jam dan daging iga dipindah-pindah dari satu panci besar ke panci besar lainnya hingga beberapa kali... Baru saat hendak di sajikan dipanaskan atau dibakar sesuai pesanan, uangkap Daeng Tata tanpa kuatir).

Selesai mengunyah, saya pun mencoba periksa geligi saya dengan lidah apa ada sisa terselip suwiran daging di gigi. Bebas... dan itu saya lakukan hingga sop konro dan iga bakar yang tak kalah lezatnya itu tuntas habis tak bersisa, kecuali nasi. bahkan nasinya yang pulen itupun saya rasa tidak lebih empuk dari dagingnya... Luar biasa, dan pantas saja para pelanggannya mau kembali lagi menikmati masakan sang putra pengusaha minyak terkenal dari Sulawesi ini.

Tak habis sampai di situ, Daeng menganjurkan saya untuk mencuci mulut dengan Es Daeng Tata™ (sebenarnya ini adalah kombinasi es pisang hijau, es pallu butung, bubur sumsum, dan sepotong besar daging durian yang gurih dan lezat... (hmmmm jangan ngiri yah... hehehehe, emang begitulah enaknya kalau jadi pengelana kuliner... makan terus, walau sakit gigi!)

Dan kekuatiran saya sirna begitu menyeruput Es Daeng Tata™ yang tidak membuat ngilu gigi saya, karena di samping saya tidak terlalu terburu-buru menikmatinya, rasa durian (yang oleh ahli gizi dan kesehatan memang diketahui mempunyai antibiotik buat mikroba berbahaya tertentu... nggak percaya? Coba aja kamu minum tablet ampicillin dan makan duren pasti sekejap di lidah terasa sama).

Maka lengkap sudah, petualangan kuliner saya hari Jum'at ini. Gurih dan lezatnya daging iga bakar empuk serta sopnya yang membakar jiwa (huawalah berlebihan banget seh... paling menghangatkan tubuh aja kale!!!?). Memang rasanya lumayan pedas, karena beberapa kali Daeng menuangkan lada bubuk ke daging iga bakar di meja saya, sepertinya dia tahu selera saya yang suka dengan pedas-pedas. Cuma kali ini bukan pedasnya cabai, tapi saya suka itu... berbeda!

Mendengar betapa banyak sudah sapi-sapi yang dijadikan korban santapan lezat Daeng Tata Ribs, anda jangan terkejut kalau dari 5 cabang warung, demikian Daeng menyebut rumah makannya, sedikitnya 500kg iga sapi sehari. memang bukan sapi utuh, hanya iganya saja. Kalau dulu Dorce pernah bilang kepada Daeng Tata, bahwa Sop Konro khas Makassar itu terkadang menggunakan tulang punggung sapi, maka semenjak itu, Daeng hanya menggunakan Iga Sapi, dan 1 iga sapi utuh itu bisa menghasilkan sedikitnya 6 porsi. Jadi kalau 500 iga sapi, artinya ada 3000 porsi dalam sehari habis laku terjual. Harganya pun relatif terjangkau per porsinya, mulai dari harga termurah Rp. 10.000,-. Hitung sendiri berapa omzet yang dihasilkan rumah makan berlabel mAmink Daeng Tata yang mempunyai 300 karyawan ini.

Untuk rekomendasi buat para penikmat makanan daerah, maka saya sangat menyarankan makanan sehat dan bisa membantu Anda untuk menurunkan kolesterol serta beberapa penyakit degeneratif, karena kandungan rempah-rempahnya seperti bawang putih, sereh, lada hitam dan bumbu-bumbu lainnya tak ada yang dirahasiakan. Apalagi proses pembakaran yang menghilangkan lemak-lemaknya membuat masakan ini mejadi lebih nikmat untuk disantap bersama kolega atau keluarga Anda. Dan terakhir tentunya yang tak kalah penting adalah, sekalipun banyak kalangan artis dan pejabat negara serta beberapa kali Bondan Winarno maupun krew televisi wisata kuliner dan jajanan mendatangi serta memberitakan kelezatan makanan milik Daeng Tata ini, harganya tidak pernah melambung tinggi alias terlalu mahal untuk dinikmati semua kalangan. Justru Sop Konro dan Iga bakar (atau Daeng Tata Ribs) jadi terlalu nikmat untuk dilewati.

Sidik Rizal
--------------------------------------------------------------------

Riwayat Usaha Kuliner
DARI KAKI LIMA HINGGA LIMA CABANG RUMAH MAKAN
DAENG TATA GO FRANCHISE 2010

Berdiri semenjak tahun 1993, Daeng Tata memulai karirnya dengan berdagang kaki lima yang dinamainya Tenda Biru. Nama ini dibuat jauh sebelum Dessy Ratnasari ngetop menyanyikan lagu hitnya yang terkenal "Tenda Biru" (dan ternyata akhirnya Dessy Ratnasari menjadi pelanggan tetap). Daeng Tata yang sebenarnya mempunyai orang tua pengusaha perminyakan tersohor di Sulawesi Selatan dan kini pun masih memiliki Pompa Bensin di daerah Mampang dekat Kantor Republika, benar-benar tak ada keinginan untuk melanjutkan usaha ayahnya. Bahkan sang penggemar masak ini nekad berdagang kaki lima masakan khas daerahnya, kala itu Coto Makassar.

Muhammad Amin, yang sering diberi julukan Maming ini (atau mAmink, yang berarti singkatan namanya M. Amin) sudah sejak kecil suka memasak semenjak ikut kepanduan (pramuka, ia masih sebagai Penggalang) dan kakak kelasnya yang sudah jadi Pendega, Bondan Winarno sering membimbingnya. Wajar saja bila kini ia memanggil Kak Bondan, dan mereka jadi sering bertemu di televisi maupun acara jajanan kulinernya Bondan Winarno.

Perjuangannya membuat usaha warung makan kecil-kecilan semula tidak direstui oleh orang tuanya, apalagi sang ayah, H. Abdurrahim merasa bahwa usaha bidang perminyakan jauh lebih memberikan keuntungan yang menjamin daripada usaha rumah makan. Tapi Daeng Tata bersikeras hendak mandiri dan lepas dari adat dan kebiasaan keluarga. Anak ke 7 dari 11 bersaudara ini percaya bahwa ia harus memilik usahanya sendiri yang sesuai dengan minat dan keahliannya.

Karena semangatnya yang tinggi itulah, beberapa temannya terinspirasi untuk membuka usaha yang serupa. Tak kurang seperti Wahyu Saidi, sang Doktor Bakmi, mantan pegawai kontraktor konstruksi perusahaan besar beralih usaha menjadi pemilik rumah makan bakmi terkenal. Dan Daeng Tata tak merasa besar kepala justru dia merasa telah memberikan manfaat terhadap sesama saudara dan teman.

Lelaki kelahiran Makassar, 6 Juni 1956 ini memang berniat akan membuka waralaba rumah makannya. Persiapan teknis dan standardisasi telah ia persiapkan selama beberapa tahun terakhir untuk memenuhi persyaratan teknis waralaba. Daeng Tata yang selalu berpenampilan necis dan bersih ini mentargetkan paling lambat 2010 dia akan membuka waralaba dengan proyek percontohan 5 cabang usaha warungnya yang kini menyebar beberapa tempat. Dua di bilangan Tebet, Jl. Abdullah Syafi'i dan Cassablanca, satu di Kebayoran Lama, Simprug, Permata Hijau, satu di Pasar Minggu, Ruko Pejaten Raya, dan terakhir di Bandung.

Perjuangannya dari usaha kaki lima hingga kini mempunyai rumah makan besar dan ramai pengunjung dari semua kalangan ini memang mempunyai kiat yang perlu untuk dijadikan pelajaran. Strategi harga yang segmentasinya dalam piramida tingkatan strata sosial konsumennya adalah bagai piramida dimana segmen menengah ke bawah pasarnya jauh lebih besar. Dengan cara sederhana ia mencontohkan, bahwa dulu ketika ia meulai usahanya ia mempromosikan Coto Makassar melalui supir taksi yang biasa mangkal di depan warungnya di bilangan pancoran Jakarta Selatan. Sering dia mempromosikan kepada para supir taksi itu untuk mengajak penumpangnya untuk menjadi tamu di warungnya.

Walau terkadang dia diakali oleh para supirnya, yang applause (aplusan) dengan mengajak rekannya sesama supir untuk makan di tempatnya, sehingga mereka bisa makan 2 porsi dengan harga 1 porsi. Tapi justru di lain waktu para sopir itu dari mulut ke mulut mempromosikan Coto Makassarnya dan kemudian dari mereka membawa para penumpangnya untuk makan di warungnya. Proses promosi dari mulut ke mulut dan strategi harganya ini berlangsung sekian tahun, kini mAmink Daeng Tata menikmati hasil usahanya. Seperti tak kurang hampir semua presiden RI pernah mencoba masakannya Tata Ribs dan Sop Konronya, kecuali bung Karno. Dan banyak artis seperti Dorce, Dessy Ratnasari, Indro Warkop, Leroy Usmani dan artis ngetop lainnya yang menjadi pelanggan tetap mingguan atau bulanan.

Dan sudah sewajarnya Daeng akan go franchise (mewaralabakan) merk dagang Tata Ribs dan Sop Konronya yang mulai populer dan akrab di lidah orang Indonesia ini. Berkat perjuangan kerasnyalah makanan khas Sulawesi Selatan ini menjadi makanan yang dikenal nusantara. Sehingga makin menjamur saja rumah makan Sop Konro atau minuman yang khas Makassar ini di seluruh wilayah Indonesia. Dan menyikapi hal itu, Daeng pun akan mewaralabakan usahanya di tahun 2010, sebagai bukti ingin memenuhi permintaan pasar dan pelanggan.

Perjuangannya ternyata belum berakhir, dia masih punya keinginan untuk mewaralabakan usahanya setelah mempatenkan merk Tata Ribs-nya. Semua itu tidak pernah sedikitpun mengurangi keramahan pelayanannya, dengan selalu menyebutkan "Terima Kasih, tak ada yang ketinggalan?" Ciri khas pelayanan sang daeng dan ini sebuah pelajaran yang patut ditiru.

So, bagi Anda tinggal di luar Jakarta ingin menjadi pewaralaba merk dagang Sop Konro, Coto Makassar dan Iga Bakarnya Daeng Tata, segera saja hubungi nomoro telepon langsung ke mAming Daeng Tata di (021) 689.00.637 atau (021) 998.1111 atau rumahnya (021) 830.4455 "And please be franchisee, you will get much more benefit besides you promote Indonesia cuisine! Are you interested?"
(Sidik Rizal)

Meski bukan seorang pelaut, H Mamink Daeng Tata mewarisi tekad yang sama. Sekali mengin-jakkan kakinya di Jakarta, ia pantang pulang sebelum sukses sebagai seorang pengusaha.
Tahun 1993, Mamink membuka warung kaki lima di Jl Prof Supomo, Jakarta Selatan. Di situ ia menjajakan makanan khas Makassar, sop konro. Menurut pengakuannya, ide membuka warung ini karena tergelitik oleh maraknya restoran asing cepat saji di Jakarta. "Dengan resep dari luar, mereka bisa sukses di sini. Padahal, kita banyak mempunyai resep makanan dari berbagai daerah yang kaya rasa. Karena itulah saya mencoba menjajakan sop konro untuk lidah orang Jakarta," kata Mamink kepada Majalah Gontor.
Untuk itu Mamink meninggalkan usaha lamanya sebagai agen penjualan rumah di Jakarta yang ia rintis sejak tahun 1989. Bermodal Rp 5 juta, ia membuka warung kaki lima di areal seluas 5x8 meter persegi. Mamink, yang lulusan Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) Makassar, itu memang bertekad sukses di Jakarta dan tak berniat kembali ke Makassar. Bersama sang istri, Hj Hermina, dan tiga anaknya --Molice G Amin, Kristin Putri Amin, dan Haris Amin-- ia bertekad menaklukkan Jakarta dengan sop konro.
Tekadnya bukan omong kosong. Ia gigih bertahan dengan bisnis sop konro di pinggir jalan, meski ayahnya tak setuju --sang ayah ingin Mamink meneruskan bisnis bahan bakar minyak (BBM) milik keluarga. Sebagai seorang anak, dia tidak pernah memiliki keinginan melawan keinginan orangtua yang tidak setuju dengan pilihan bisnisnya itu. Mamink berprinsip, apapun usaha akan ia jalankan asalkan halal. "Ketika itu ayah mengancam akan membakar warung yang saya bangun. Namun, saya bertekad untuk bertahan di Jakarta. Bisnis SPBU itu saya minta untuk dikelola adik-adik saja," ujarnya.
Dalam diri Mamink memang mengalir darah pebisnis. Karena itu insting bisnis Mamink cukup tajam. Warung kaki limanya banyak disapa pembeli. Bahkan, kini warung Mamink sangat favorit di kalangan eksekutif dan selebritis. Meski para penikmat warungnya itu tak semuanya orang Makassar. "Orang Makassar yang makan di sini 15 sampai 20 persen saja. Sisanya ya orang Jakarta yang beragam ini," kata pria kelahiran Makassar, 6 Juni 1956.
Jumlah pelanggan warung Mamink kian bertambah sehingga pada tahun 1996, ia mengubah warung kaki limanya menjadi rumah makan di Jl KH Abdullah Syafiie. Bahkan untuk mewujudkan impiannya itu, Mamink merelakan mobilnya dijual sebagai modal membangun warung. Keputusan yang diambilnya tak salah, restorannya terus berkembang sehingga mendorong lelaki ini untuk melakukan ekspansi lebih luas lagi. Pada tahun 1998 dibukalah cabang kedua di Jl Tebet Utara I, dan tahun 2001 dibuka cabang ketiga di Casablanca. Dan yang paling baru adalah cabang keempat di Jl Panjang.
Menurutnya, selain mempertahankan rasa yang khas rempah-rempah, kunci sukses Mamink dalam bisnis adalah silaturahmi. Karena itulah Mamink selalu menjalin silaturahmi dengan para pelanggannya. "Silaturahmi harus terjaga dengan baik," paparnya.
Rasulullah sendiri, kata Mamink, telah mengajarkan kepada umatnya untuk memperbanyak hubungan silaturahmi. Karena bisnis ini pada dasarnya menjalin komunikasi antara penjual dengan pembeli, "Hubungan silaturahmi ini harus tetap dipertahankan guna melanggengkan usaha ini," lanjutnya.
Mamink biasanya menjalin silaturahmi dengan para pelanggannya melalui pesan layanan singkat (SMS). Ia biasa mengirim SMS kepada para pelanggan yang lama tak berkunjung ke rumah makannya. Isi SMS sekadar menanyakan kabar sang pelanggan serta doa semoga sehat dan sukses dalam bekerja.
Kesederhanaan, begitulah ciri dan gaya pelayanan di warung Mamink. Keramahan gaya Makassar terus mengalir ketika ia menyambut para pelanggannya. Mamink tak segan-segan mengantar para pelanggannya hingga ke pintu mobil.
Keramahan Mamink bukan hanya kepada pelanggan, tetapi juga kepada pegawai yang berjumlah 185 orang. Bentuknya adalah insentif yang relatif besar bagi pegawai, terutama jika warung yang dibukanya sukses mendatangkan pelanggan. "Untuk kesejahteraan pegawai, saya mencontoh warung Padang. Keuntungan warung juga milik pegawai yang harus dibagi secara adil," ujarnya.
Selain itu, Mamink mencoba menerapkan dalam dirinya sendiri untuk berbisnis dengan dasar ketulusan, keikhlasan dan khalas. "Khalas artinya selesai atau yang sudah ya sudah, sebab rezeki itu yang mengatur Allah SWT," paparnya.
"Apa yang telah diajarkan oleh Islam, saya coba lakukan. Misalnya mengeluarkan zakat minimal 2.5 persen dari penghasilan," sambungnya. Zakat, kata Mamink, jika tidak dikeluarkan, sama saja dengan merampas hak mereka yang membutuhkan.
500 kilogram iga sapi
Latar belakang Mamink menciptakan resep "Tata Ribs" adalah kekhawatirannya atas bahan baku sop konro yang semakin sulit didapat. Seekor sapi hanya cukup untuk 16 porsi. Karena itu, untuk memenuhi bahan baku rusuk atau iga sapi untuk sop konro di empat warungnya, ia membutuhkan 500 kilogram iga sapi setiap hari. Menurutnya, setiap rusuk sebenarnya bisa dipotong menjadi dua bagian. Namun, tindakan itu menuai protes para pelanggan. Pasalnya, konro yang asli harus memiliki pangkal rusuk atau tulang punggung. Akhirnya, dia meramu bumbu untuk memanggang ujung rusuk yang ditolak oleh para penikmat sop konro dan mendaftarkan hak paten resepnya dengan nama "Tata Ribs". "Mungkin orang mengibaratkan 'Tata Ribs' seperti makan steak di restoran Amerika atau Eropa. Bedanya adalah rasa "Tata Ribs" ini lebih cocok dengan lidah kita dan terasa lebih sehat dengan bumbu tradisional yang segar," ujarnya.
Ancaman Sang Ayah
Awal berbisnis, Mamink ditentang sang ayah, H Abdul Rahim. Pasalnya, ia membuka warung tenda sop konro di pinggiran jalan. Sang ayah yang memiliki empat stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Makassar, tak rela jika anaknya berjualan di warung tenda di pinggir jalan.
Saking jengkelnya, sang ayah pernah mengancam akan membakar tenda tempat Mamink berjualan sop konro. Tapi, ancaman ini tak menyurutkan langkah Mamink untuk tetap menjajakan sop konro, makanan khas Makassar. Berkat kesabaran dan keuletannya, Mamink meraih sukses. "Tantangan terberat datang dari ayah yang awalnya tidak setuju dengan bisnis yang saya rintis," ujarnya. [] roji

mAmink
Daeng Tata®
Taste Innovator

Tata Rib's - coTo - konRo - SaTEsapi - mie mAmink - Nasi Mix/box
Tebet 1:
- Cassablanca 33, Jl. KH. Moh Abd. Syafi'i - Telp. (021) 831.7777
Tebet 2:
- Jl. KH. Moh. Abd. Syafi'i 33 - Telp. (021) 8379.3333
Simprug, Kebayoran Lama:
- Soepono, Permata Hijau 25 - Telp. (021) 70 170 000
Pasar Minggu:
- Ruko Pejaten Raya, Pasar Minggu - Telp. (021) 799.11.33
Bandung:
- Dr. Setia Budhi 153, Bandung - Telp. (022) 916.11.111

Kamis, 16 Juli 2009

depot TANJUNG: KAMBING BAKAR MADU plus KOPI REMPAH TANJUNG

MENU MASAKAN ARAB YAMAN YANG AMAN
TAK MENYEBABKAN HIPERTENSI APALAGI KOLESTEROL


Jakarta, kelanakuliner.com
Menjelajahi bilangan Tebet Utara memang merupakan kegiatan jalan kaki yang menarik serta menyenangkan, karena bisa kita dapati berjejer rumah makan dan kafe di sepanjang perjalanan. Jangan takut kelaparan asal Anda bawa uang secukupnya. Saya pun demikian, karena kebetulan hobinya makan yah mencari makanan unik dan khas yang pas buat lidah saya sebagai orang Indonesia tentunya tidak sulit. Yang sulit mungkin menemukannya bila berkendaraan. Otomatis saya tinggalkan kendaraan roda dua saya di tempatnya mAmink Daeng Tata, saya pun berjalan kaki.

Alhamdulillah, di bilangan Tebet Utara pas depan C'TU ada tempat masakan daging kambing yang mengundang rasa ingin tahu saya. Karena di situ tertulis masakan kambing bakar yang bisa meningkatkan gairah... Huwaduh? (Yang kayak gini neh pas buat pasangan muda dan mau lebih mesra dengan pasangan... hehehehe adda dehh!)

KAMBING BAKAR MADU, demikian tertulis di plang nama depot TANJUNG. Ternyata resto sederhana ini dimiliki olehg pasangan suami istri keturunan Arab Yaman dari daerah Jawa Timur. Saat masuk pun saya disambut oleh perempuan paruh baya berjilbab, dan saya pikir ini pasti Ibu Tanjung, (weittt ternyata) dia adalah Ibu Husein istri orang saya cari, Pak Husein selaku pemilik usaha depot TANJUNG. (saya pikir awalnya mereka adalah keturunan Medan, nggak tahunya nama tanjung diambil karena artinya adalah bunga, dan mereka sendiri asli Jawa Timuran keturunan Timur Tengah).

Setelah tahu saya adalah wartawan kuliner, sang pemilik mempersilahkan saya untuk duduk. Dan tak berapa lama kemudian keluarlah anak laki-lakinya, Thariq Husein. Kami pun saling berbincang memperkenalkan diri. Dan pembicaraan pun berlanjut dengan wawancara dengan ibu Sri binti Abdullah Hamidan, sang koki utama depot Tanjung. Wanita kelahiran Surabaya, Agustus 1955 yang memulai usaha di Lawang, (kota di antara Malang dan Surabaya) bersama saudara-saudaranya baik kakak maupun adiknya. Setelah beberapa bulan di Lawang pindah ke Pandaan Jatim di tahun 1981-an. Dan di tahun itulah ia dinikahi oleh Husein yang tetap mengajaknya untuk buka usaha rumah makan yang kemudian pindah ke Jakarta. Kalau dihitung sudah hampir 30 tahunan wanita Keturunan Arab ini berwirausaha kuliner.

Sang suami, Husein yang sejak menikah mengambil istrinya dari keluarga memang mau mengangkat pasangan hidupnya itu untuk mandiri membuka usaha rumah makan. Apalagi istrinya yang juga kelahiran Ampel, Jawa Timur ini memang mempunyai darah keturunan dari neneknya membuka usaha kuliner, walau pada awalnya tidak menjuala menu utama Kambing Bakar Madu.

Baru semenjak tiga tahun terakhir dan bertemu dengan teman suaminya, Bondan Winarno yang memberi saran untuk spesialisasi menu masakan utama yang beda dari yang lainnya lah depot Tanjungnya mulai dikenal orang banyak. Menu andalan Kambing Bakar Madu memang membawa hokki tersendiri, apalagi setelah Bondan Winarno meliput dan menikmati masakan olahannya. Dari menu populer yang terinspirasi sang maestro kuliner Bondan Winarno, maka ia dan suaminya pun mulai menambahkan menu baru, seperti Nasi Qabuli (Nasi Kebuli), yang awalnya hanya disajikan setiap hari Jum'at. Tapi karena banyaknya permintaan para pelanggan yang mau setiap hari disediakan, akhir kini menu Nasi Kebuli siap disantap setiap hari di depot Tanjungnya.

Kebanyakan pelanggannya adalah kalangan pekerja kantoran yang berdasi, karena harganya yang relatif terjangkau kalangan karyawan kantoran, maka otomatis setiap jam makan siang, rumah makanya penuh diserbu pelanggan yang umumnya bermobil ini. Itulah sebabnya tulisan, makanan daging kambing bakar madu yang bisa membangkitkan gairah terpasang sangat atraktif di depannya.

Tak heran hampir semua stasiun televisi meliput mulai dari proses pemasakan ke dapur hingga menggambarkan betapa nikmat dan berkhasiatnya Kambing Bakar Madu depot Tanjung ini. Sayangnya hanya beberapa artis dan tokoh pejabat yang diabadikan dengan foto-foto yang terpajang di tembok depot Tanjung, seperti Deddy Mizwar. Tapi pemberitaan beberapa media cetak kuliner terpajang rapih sebagai hiasan yang atraktif dan informatif.

Sekarang tinggal bagaimana saya bisa menikmati masakan kambing bakarnya. Oh iya perlu saya ingatkan, bahwa gigi saya sangat lemah dan sakitnya masih belum hilang juga, bisa Anda maklumi, di samping habis gigi saya rontok karena kecelakaan berkendara dan kini tertinggal hanya 1 geraham lunak dan beberapa gigi yang rentan rapuh.

Maka saya termasuk seorang penikmat kuliner yang pastinya dikenal agak cerewet dan hati-hati. Untuk masakan daging Kambing Bakar Madu, saya hanya bisa satu saja memastikannya. Bila dia lunak dan empuk serta lembut, maka masuk dalam kategori masakan yang harus direkomendasikan untuk Anda. Saat saya memotong daging bakaran madu ini dengan sendok dan garpu (kebetulan tak ada pisau), saya mengoleskan bumbu kacang dan mulai mengunyahnya.

Masya Allah..... lembut dan yummmy! Saya bilang dua jempol lembut dan rasanya... bau amis daing kambingnya pun sepertinya hilang tak berbekas. Rasa gurih di lidah bercampur lembutnya irisan daging yang saya kunyah tak menimbulkan nyeri di gigi saya yang goyang dan rapuh. Aman men! Swear Ane zuzur! Hahahaha... kalo Bondan bilang Maknyuussss, saya bilang Super Top Markotop!

Anda mau coba? Perlu diingat... belum 5 menit saya menelan daging kambing bakar madu ini ke dalam perut saya, panasnya langsung merambat ke atas dada dan ke bawah pinggang saya... Huwaduh sugesti kali yah.... Buru-buru saya minta pak Husein dan istrinya untuk membungkus daging kambing bakar madu ini untuk saya bawa ke rumah biar bisa dinikmati bersama istri saya... Kan bisa berabe kalau saya makan sendiri... nggak ada LAWANnya... halah!

Selain menu andalan, Anda bisa pula memesan menu lainnya seperti Nasi Kebuli, Sop Kepala Kambing yang terbilang relati cukup tinggi seporsinya RP. 45.000,-, kemudian ada menu Kambing Goreng, serta Kikil Kambing. Untuk gule kambing dan Sop Kambingnya juga bisa ANda dapatkan di sini.... En jangan lupa Sate Kambing ala Timur Tengah dan Jawa Timuran. Hmmm pasti sama maknyusssnya dengan Kambing Bakar Madu lah!

Depot Tanjung yang berlokasi di Jalan Tebet Utara I no. 37C ini juga menerima pesanan untuk acara resepsi dan Anda bisa menghubunginya di telp. (021) 829.2306 atau kontak HP (021)71532008 dengan Thoriq Husein. Bisa juga menghubungi Redaksi di (021) 9346.1965.
Sidik Rizal - dobeldobel.com
------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan terkait dengan Kambing Bakar Madu

Sebagai ending tersedia kopi rempah yang cocok diseruput setelah menikmati kambing bakar madu ini. O ya, rumah makan ini juga menjual kopi rempah hasil racikan sendiri sebagai oleh-oleh atau untuk dibawa pulang berupa sachetan seharga Rp 3000,00.

Kopi yang satu ini bukan sembarang kopi, melainkan kopi rempah. Terbuat dari biji kopi yang digiling bersama rempah-rempah seperti kapulaga, cengkih, dan kayu manis. Dihirup saat masih mengepul panas slurppp.... hmm hangat dan nikmat!
Meok Comments Fotografer -Devita Sari

Kambing Bakar Madu by Supermen Banget

Kambing Bakar Madu…..denger namanya aja udah bikin penasaran, sejak kapan kambing punya madu…jangan2 kambing dari Cilembu….hehehe…
ok..ok…langsung aja, berawal dari browsing2 dan suggest temen2 yang belom pernah ke tempat makan / depot ini, depot tanjung namanya, yang punya orang arab jawa (Surabaya)…setelah pulang kantor langsung ke depot ini. Lokasi Depot Tanjung itu di Jalan Tebet Utara, deket dengan CTU ( Corner Tebet Utara). Suasananya ya suasana depot, ga terlalu besar…yang khas cuma ni depot nyiarin TV arab/mesir, sama ada lemari untuk menjual henna, madu, dan kawan2nya.
Setelah menu diberikan, kita memesan menu berikut :
Kambing Bakar Madu
Kambing Goreng
Sop Sayur Iga
Teh Panas
2 Jeruk Hangat >>> Jeruk Peres nih
Sekarang Kita review Makanannya :
Kambing Bakar Madu, katanya sih, kambing terlebih dahulu direbus dengan air, ditambah madu dan bumbu lainnya…sehingga ketika dibakar, dioles dengan madu dan dihidangkan, daging kambing akan terasa lembut, empuk dan mudah dipilah dari tulang bonggol si kambing…inilah rahasia keempukan kambing selain pemilihan kambing muda. Sauce atau cocolannya….terdiri dari bumbu kacang, bawang dan tomat. nikmaaaaat deh, sampe2 daging yang nyelip masih berasa di gigi gw.
Kambing Goreng….enak men…tapi gw nyobainnya dikit, jatah gilang (temen gw) soalnya …wakakakak…mirip kaya goreng kering, karena minya goreng yang tersisa di kambing sedikit, setelah dimakan…beeeeuuuh…lembutnaaaaa daging iko….hehehe. Lemak ato gajih di kambing relatif sedikit, dan kalau pun ada, enaak rasanya…hmmm…kolesterol jahat, menjauhlah……
Inilah beda antara Kambing bakar dan goreng, kalo dirasa2….kambing bakar lebih ber”air” dibandingkan dengan saudaranya, kambing goreng.
Sop sayur Iga……inilah pesanannya si Yan (temen gw), karena dia pengen sayur, dipilihlah menu ini. Sop ini berisi daging kambing dan sayur2an, seinget gw sih wortel, kentang dan lain2, rasanya so spicy…..rasa jahe, cengkeh, dan kroni2nya…..lumayan nikmatlah.
ada yang kurang nampaknya dari depot ini, koq harga minumannya mahal2 yak….Kalo harga minyak dunia turun, seharusnya harga BBM kita turun…Kalo harga bensin turun…turunin dunk harga2 minumannya……merdeka….
Oh iya, gw pesen nasi 5, Kambing bakar madu 1, Kambing goreng 1, Sop Sayur Iga 1, Jeruk anget 2, Teh anget 2, totalnya Rp 104.000,- …..well, jadi yang merasa menu2 diatas masih memenuhi budget, dipersilahkan datang ke tempat ini.

Selasa, 14 Juli 2009

SERABI TRENDY: Serabi bergaya Martabak


SEMAR: Serabi Martabak, Makanan olahan Bandung ala Bangka
Serabi Trendy disebut juga Serabi Trendi atau Surabi Trendi

Bekasi, dobeldobel.com
Serabi asin yang terdiri dari parutan keju dan telor yang dijadikan topping serabi gurih. Serabi sendiri yang dibuat dengan bahan dasar tepung beras ini tidak saja dibikin dengan Kinca (kuah manis yang dicampur dengan gula aren jawa, santan dan daging duren) tetapi diolah secara inovatif bak martabak Bangka atau pizza Itali.

Mau tahu rasanya dan dimana bisa Anda temui Serabi Trendi dan disebut sebagai Semar, alias Serabi ala Martabak ini?

Kunjungi saja Jl. Pulo Sirih, Taman Galaxy maka Anda akan temui Semar di sebelah kiri setelah Apotik Kimia Farma. Masalah rasa, kelanakuliner.com sendiri sudah merasakannya. Di samping serabi manisnya yang gurih dan menggoda, serabi asinnya yang mempunyai topping telur mata sapi dan parutan keju, membuat Semar jadi panganan pilihan yang tak bisa Anda abaikan.

Kebetulan sewaktu saya mengunjungi Serabi Trendy, salah seorang pelanggannya yang membawa keluarganya lengkap sedang menikmati beranek rasa Serabi Trendy yang memang sangat menggugah selera. Ternyata sang pelanggan adalah seorang anggota paswalpres. Bukan hal yang disengaja saat saya hendak bertanya-tanya kepada pelanggan, ternyata sang pelanggan juga bekerja dibagian mencicipi makanan di istana presiden.

Artinya bila makanannya tidak enak atau beracun, maka perutnyalah yang p[ertama kali bereaksi. Apalagi setiap sajian yang akan disantap oleh sang presiden. Sang prajurit yang menggunakan senjata lidah dan perutnyanya ini sempat menerima kartu nama dan stiker dobeldobel.com dari saya. Yah itung-itung promosi lah. Paling tidak, setelah lebih 15 menit kami berbincang, serabi trendy tidak memberikan dampak negatif bagi perutnya yang cukup peka itu. Maklumlah perutnya sudah biasa dilatih disiplin tinggi secara militer seh... hehehehe!

Intinya adalah, Serabi Trendy yang berada di Jl. Pulo Sirih, Perumahan Taman Galaxy ini memang mempunyai rasa yang luar biasa. Saya dan keluarga saya sendiri mengakui, bila serabinya ini lain dari serabi biasa yang biasa saya temui di dekat rumah kami. Di samping bentuknya yang relatif sedikit lebih besar dari ukuran serabi umumnya, gaya penyajiannya hampir mirip martabak, terutama toppingnya yang beraneka rasa.
Sidik Rizal

Anda mau pesan Serabi ala Martabak (SEMAR)
alias Serabi Trendy untuk acara pesta Anda, hubungi saja:
SERABI Martabak (Semar) TRENDY
Jl. Pulo Sirih Raya Blok FE No. 425C
(deretan Apotik Kimia Farma), Taman Perumahan Galaxy - Bekasi
Pesan Antar Telp. (021) 9346.1965 - (021) 8222.555
-------------------------------------------------------------------
SERABI ASIN===========
Oncom...................... Rp. 3.000,-
Oncom Spesial...................... Rp. 4.000,-
Oncom Telur...................... Rp. 4.000,-
Oncom Telur Special...................... Rp. 6.000,-
Oncom Telur Keju Spesial...................... Rp. 7.000,-
Oncom Sosis...................... Rp. 4.500,-
Oncom Sosis Spesial...................... Rp. 5.000,-
Oncom Sosis Keju...................... Rp. 6.000,-
Oncom Sosis Keju Spesial...................... Rp. 7.000,-
Oncom Sosis Telur...................... Rp. 6.500,-
Oncom Sosis Spesial...................... Rp. 7.500,-
Oncom Sosis Telur Keju...................... Rp. 7.500,-
Oncom Sosis Telur Keju Spesial...................... Rp. 8.000,-

Sosis Spesial...................... Rp. 5.000,-
Sosis Keju Spesial...................... Rp. 6.500,-
Sosis Telur Spesial...................... Rp. 6.500,-
Sosis Telur Keju Spesial...................... Rp. 7.500,-

Telur Spesial...................... Rp. 5.500,-
Telur Keju Spesial...................... Rp. 7.000,-

SERABI MANIS===========
Kinca Gula...................... Rp.3.000,-
Kinca Durian...................... Rp.3.500,-
Keju Susu...................... Rp. 4.000,-
Keju Spesial...................... Rp.4.500,-
Coklat Susu...................... Rp. 4.000,-
Coklat Spesial...................... Rp. 4.500,-
Coklat Keju Susu...................... Rp. 5.000,-
Coklat Keju Spesial...................... Rp. 5.500,-

Pisang Gula Kinca...................... Rp. 4.000,-
Pisang Susu...................... Rp. 4.000,-
Pisang Keju Susu...................... Rp. 5.000,-
Pisang Keju Spesial...................... Rp. 5.500,-
Pisang Coklat Susu...................... Rp. 4.500,-
Pisang Coklat Spesial...................... Rp. 5.000,-
Pisang Coklat Keju...................... Rp. 6.000,-
Pisang Coklat Keju Susu...................... Rp. 7.000,-
Pisang Coklat Keju Susu Spesial...................... Rp. 7.500,-

Vla Coklat...................... Rp. 3.500,-
Vla Coklat Keju...................... Rp. 4.500,-
Vla Strawberry...................... Rp. 3.500,-
Vla Strawberry Keju...................... Rp. 4.500,-
Vla Pelangi...................... Rp. 4.000,-
Vla Pelangi Keju...................... Rp. 5.000,-
Vla Durian...................... Rp. 3.500,-
Vla Durian Keju...................... Rp. 4.500,-

Pisang Keju Vla Coklat...................... Rp. 5.500,-
Pisang Keju Vla Strawberry...................... Rp. 5.500,-
Pisang Keju Vla Durian...................... Rp. 5.500,-
Pisang Coklat Vla Coklat...................... Rp. 5.500,-
Pisang Coklat Vla Strawberry...................... Rp. 5.500,-
Pisang Coklat Vla Durian...................... Rp. 5.500,-

Kacang Susu...................... Rp. 4.000,-
Kacang Spesial...................... Rp. 4.500,-
Kacang Keju Susu...................... Rp. 5.000,-
Kacang Keju Spesial...................... Rp. 5.500,-
Kacang Coklat Susu...................... Rp. 4.500,-
Kacang Coklat Spesial...................... Rp. 5.000,-
Kacang Coklat Keju Susu...................... Rp. 6.500,-
Kacang Vla Coklat...................... Rp. 4.500,-
Kacang Vla Coklat Keju...................... Rp. 5.500,-
Kacang Vla Strawberry...................... Rp. 4.500,-
Kacang Vla Strawberry Keju...................... Rp. 5.500,-
Kacang Vla Pelangi...................... Rp. 5.000,-
Kacang Vla Pelangi Keju...................... Rp. 6.000,-
Kacang Vla Durian...................... Rp. 4.500,-
Kacang Vla Durian Keju...................... Rp. 5.500,-

Pisang Spesial...................... Rp. 4.500,-
Pisang Vla Coklat...................... Rp. 4.500,-
Pisang Vla Coklat Keju...................... Rp. 5.500,-
Pisang Vla Strawberry...................... Rp. 5.500,-
Pisang Vla Strawberry Keju...................... Rp. 5.500,-
Pisang Vla Pelangi...................... Rp. 5.000,-
Pisang Vla Pelangi Keju...................... Rp. 6.000,-
Pisang Vla Duren...................... Rp. 4.500,-
Pisang Vla Duren Keju...................... Rp. 5.500,-

SIOMAY 1 porsi (isi 3 potong)...................... Rp. 11.500,-