Minggu, 15 November 2009

Pondok Kuring: Saung Kuliner Pondok Kelapa Kalimalang

Kenal Kebutuhan Pelanggan, Kenal Keinginan Mitra, Kenal Kepentingan Karyawan
IKAN BAKAR JIMBARAN


Bekasi, kelanakuliner.com
Kalimalang sebagai area pilihan para kelana kuliner memang pantas saja. Mulai dari yang fenomenal Pecel Lele Lela, Burger Bathok, Martabak Kubang, kemudian Ayam Bakar Mas Mono, Bebek Ireng Cak Bas, Resto Cepat Saji Mac Donald sampai dengan warung kaki lima apa saja ada di pinggiran Kalimalang mulai dari Cawang hingga ujung Bekasi di Cikarang.


Dan kini saya mencoba mengunjungi tempatnya Pecel Lele Lela, milik Rangga Umaro. Rupanya besarnya pelanggan yang datang ke Saung Blessing (dan kini diganti nama dengan nama Saung Kuliner. tempat dimana Pecel Lela Lela berada) yang berlokasi di Pondok Kelapa Kalimalang ini dimana awalnya dipicu dengan berdirinya Pecel Lele Lela, maka berdatangan lah para pengusaha kuliner lainnya. Bahkan mantan kolega dan mitra Pecel Lele Lela sendiri, yakni mas Mono juga mendirikan Lela Park yang brandnya termasuk di bawah manajemen Ayam Bakar Mas Mono Group. Kalau mas Mono mengeluarkan klaim Lela Park (dengan logo uniknya yang meniru persis Jurassic Park) sebagai Lebih Enak - Lebih Enak (hingga dua kali) maka Pecel Lele Lela menggunakan tagline yang lebih provokatif, Lela = Lebih Laku. (hahahaha.... saya tersenyum geli saja melihat perang promo yang kian cerdik dan kreatif itu, padahal mereka masih menggunakan warna "tone" restoran yang sama-sama hijau muda).






Terlepas dari perang promo antara kedua pengusaha pecel lele itu, maka saya lebih tertarik untuk masuk ke Saung Kuliner lebih ke dalam. Di bagian dalam masih banyak lagi usaha kuliner lainnya yang kini mulai menggeliat bangun dan berkembang lumayan ramai. Taruhlah Bebek Ireng Cak Bas yang memang sudah begitu terkenal dan masih kolega dekat Pecel Lele Lela saat di cabang samping gedung TransTV, dan kemudian ada pendatang baru lainnya seperti Sate Kambing Bang Dibul, Kafe NTT (kabarnya sudah disarankan namanya dirubah jadi Warung Mbok Tuman), Pondok Kuring serta Warung Keprabon Solo. Terus  bagaimana saya memilih yang paling menarik untuk saya tulis? Pilihan saya jatuh kepada Kafe NTT, namun akhirnya saya diperkenalkan dengan pemilik Pondok Kuring, mas Iwan.

Lelaki yang bernama lengkap Linwan Opunk Kurniawan dan kerap dipanggil Opunk atau Iwan oleh teman-temannya ini mau menerima saya ngobrol duduk panjang lebar tentang kian maraknya Saung Kuliner di tempat tersebut.


Pondok Kuring yang dikelola dan milik mas Iwan ini sejatinya adalah sebuah usaha resto yang sebelumnya dirinya punya pengalaman pernah bekerjasama dengan investor tempat Bengkel Kuliner, Pondok Jati, Jakarta Timur. Mas Iwan yang bekerja sebagai pengelola Dapur Ampera  salah satu tenant di Resto Bengkel Kuliner  yang mulai dari nol tersebut,  akhirnya berhasil memajukan dan mengembangkan  Dapur Ampera dan saat manajemen pengelolaan akan diambil alih oleh pihak keluarga investor, Iwan mengundurkan diri, padahal  Iwan telah menanamkan sedikitnya 50 juta untuk modal awal usaha di Dapur Ampera. Modal usaha yang didapat dari menjual mobilnya itu, kini masih tertanam di manajamen pengelolaan  Dapur Ampera dan Iwan masih menanti pengembalian modal tersebut dari pihak manajemen. Sambil menunggu pengembalian modal tersebut kini dirinya membuka warung sendiri di Saung Kuliner, Pondok Kelapa - Kalimalang yang disemangati oleh teman-teman kerjanya di Bengkel Kuliner. Anak-anak, demikian Iwan menyebut mereka selaku rekan kerja selama ini, adalah yang memotivasi saya untuk membuka warung di tempat lain selain di Dapur Ampera dan Bengkel Kuliner, ungkapnya membeberkan alasannya. Namun karena alasan etika dan hubungan baiknya dengan sang investor, pak Haji Wawan, dia tak mau menerima dan mengajak rekan-rekan kerjanya di Bengkel Kuliner dan Dapur Ampera bekerja di Warung Pondok Kuringnya yang baru beberapa pekan dibuka ini.



Mengenai pemilihan nama Pondok Kuring, Iwan mengaku sudah beberapa kali memilih nama yang tepat dan pas buat warung sederhana bernuansa kampung ini dengan mendiskusikannya dengan rekan-rekan kerjanya di tempat baru ini dan akhirnya pilihannya adalah 'Pondok Kuring', "Kebetulan lokasinya kan di Pondok bambu, dan pas juga belum ada yang namanya seperti di wilayah ini," jelas lelaki yang belajar manajemen usaha kuliner dari pengalamannya selama ini kepada kelana kuliner.

"Yang jelas saya berusaha agar Pondok Kuring ini bernuansa kampung tapi nggak kampungan, kemudian memiliki sajian murah tapi nggak murahan. Juga tampilan suasana warung yang ndeso tapi nggak norak," ungkapnya berteori. Ini berdasarkan pengalaman saya selama beberapa tahun  bekerja mengelola  Bengkel Kuliner, imbuhnya lagi.

Memang pengalaman adalah guru yang paling baik. Bahkan jauh lebih baik dibandingkan yang didapatkan di bangku kuliah atau sekolah sekalipun, karena bila yang satu didapat dari pengalaman langsung sehari-hari sementara yang lainnya didapat dengan mendengarkan teori baku yang dibukukan dan diajarkan sang guru atau dosen.


Kembali ke pokok permasalahan, yakni sajian menu unggulan apa yang ada di Pondok Kuring yang baru berusia beberapa minggu ini? Iwan pun membuka kiatnya secara blak-blakan dan panjang lebar kepada kelana kuliner hingga jam menunjukkan pukul 12 malam. Mulai dari pengalaman-pengalaman genting saat melayani tamu sementara bahan baku sajian tidak mencukupi, atau kisah bagaimana para karyawannya menghadapi masalah yang sangat mempengaruhi kinerjanya sehari-hari dan termasuk kiat-kiatnya mengelola hubungan baik dengan pelanggan, mitra, manajemen, dan karyawan. Secara prinsip dalam menjalankan usaha kuliner ia bermotto, "Mengenali kebutuhan pelanggan, mengenali keinginan mitra usaha, mengenali kepentingan karyawan", pungkasnya di lain kesempatan.

Pondok Kuring sendiri buka dari jam 10.00 pagi hingga jam 22.00 wib, bahkan untuk malam minggu bisa sampai menjelang dini hari bila memang masih ada pelanggan. Kapasitas meja yang berjumlah 20 kursi ini memang pantas sebagai tempat pilihan acara keluarga atau mengajak teman dan mitra bisnis makan siang maupun malam. Pelanggan bukan saja dimanjakan dengan rasa dan sajian tradisional kombinasi antara menu Sunda, Jawa dan Bali, tapi juga atmosfer yang begitu asri dan seolah kita dibawa ke alam kampung nan klasik. Belum lagi terkadang mas Iwan akan melayani langsung dan menyediakan waktunya untuk sekadar berdiskusi atau curhat tentang banyak hal, dan memang begitulah sifatnya dalam melayani pelanggan. 



Menu unik dan khas ala Pondok Kuring adalah Ayam atau Bebek seperti berikut ini:

- Ayam Bakar Jimbaran / Kecap
- Ayam Bekakak Bakar Jimbaran / Kecap
- Ayam Bekakak Goreng Jimbaran / Kecap
- Ayam Bekakak Goreng Kering
- Ayam Bekakak Goreng Saus Tiram / Kecap



- Bebek Bakar Jimbaran / Kecap
- Bebek Bekakak Bakar Jimbaran / Kecap
- Bebek Bekakak Goreng Jimbaran / Kecap
- Bebek Bekakak Goreng Kering
- Bebek Bekakak Goreng Rujak
- Bebek Goreng




Sajian utama paket Pondok Kuring sendiri adalah seperti berikut ini:
- Nasi Kastrol Bebek (Paket A, B dan C)
- Nasi Timbel Bebek (Paket A, B dan C)
- Nasi Putih Bebek (Paket A, B dan C)

Kemudian sajian paket ayam seperti
- Nasi Kastrol Ayam (Paket A, B dan C)
- Nasi Timbel Ayam (Paket A, B dan C)
- Nasi Putih Ayam (Paket A, B dan C)



Menu Ikan ala Pondok Kuring adalah sebagai berikut:

- Ikan Baronang Bakar (Jimbaran)
- Ikan Baronang Bakar (Kecap)
- Ikan Bawal Hitam Bakar (Jimbaran)
- Ikan Bawal Hitam Bakar (Kecap)

- Ikan Kakap Merah Bakar (Jimbaran)
- Ikan Kakap Merah Bakar (Kecap)

- Ikan Kambing2 Bakar (Jimbaran)
- Ikan Kambing2 Bakar (Kecap)
- Ikan Kwek Bakar (Jimbaran)
- Ikan Kwek Bakar (Kecap)




- Udang Bakar atau Goreng (Bumbu Jimbaran, Kecap, Asam Manis, Saus Tiram atau Crispy)
- Cumi Bakar atau Goreng (Bumbu Jimbaran, Kecap, Asam Manis, Saus Tiram atau Crispy)



- Ikan Gurame Bakar bumbu Jimbaran, Kecap
- Ikan Gurame Goreng Kering atau Bumbu  Asam Manis/Pedas


- Sup Ikan Gurame
- Sup Kakap Merah
- Sup Tomyam
- Ikan Mas Goreng
- Ikan Mas Pepes



- Mie Lidi Goreng/Godog (Ayam, Seafood)
- Nasi Goreng Seafood, Kambing, Ayam
- Kangkung Seafood
- Plecing Kangkung
- Cah Kangkung

Untuk pemesanan dan reservasi tempat Anda bisa menghubungi
 0813.99399.707 
dengan
 Mas Iwan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pasang Iklan Anda di sini


Raja Sop Betawi

Rajanya Sop di Jabodetabek, Unggul dalam Rasa

Dengan tambahan sedikit sambal merah, yeap! Though a spoon of sambal, but it looks very hot! Well... kalau penampilan bening dan mulus dari yang kayak gene... siapa seh yang nggak nafsu? Sluuuuurrrrp.... ini dia baru mantap sopnya. [...]
Nasi Dbelanga

Nasi Belanga, tradisional khas Bekasi modern

Di Bekasi sepertinya ada beberapa tempat yang mulai menyajikan masakan berbahan baku nasi ini, khususnya yang menggunakan daun atau justru tempat masak yang unik lainnya seperti kendil atau belanga yang terbuat dari keramik tanah liat [...]
Ayam Bakar Bumbu Rujak

Cuma ada satu di Bekasi Ayam Bakar Bumbu Rujak yang Ajiiib...!

Gurihnya daging ayam bakarnya lumayan empuk dan bau serta sensasi gosongnya begitu pas bercampur bumbu rujak. Wah kalau yang kayak gini seh makan setiap hari juga mau[...]
SateKuahBangUya

Sate Kuah Bang Uya: Ada kelezatan ajaib di kuah satenya

Sate Kuah ala Bang Uya yang dimiliki oleh Mas Bayu ini sebenarnya timbul dari ide ayah dari dua anak ini ketika seringnya orang menikmati sate dan sop kambing secara bersamaan atau gule kambing secara bersamaan [...]
Bengkel Kuliner

Pilih yang mana? Ikan Bakar Sambal Tauco atau Sambal Mutiara?

Yang tersisa adalah Ikan Bawal Bakar dengan sajian bumbu sambal Tauco, Sambal Mutiara dan Sambal Rujak. Kalau diranking kelezatannya, bisa jadi ya Bumbu Tauco yang pertama (gurih dan lezatnya gak ada lawan kayaknya neh?) [...]
Cangkru'an VW

SegO RAKyat Vokoke Wareg

tempat ini choesoes oentoek tjangkroe’an toean poean njang siboek bekerdja zonder waktoe oentoek memasak agar soepaja toean poean tida’ spanneng bergaboenglah oentoek tjangkroek jang bermakna [...]
Ayam Setel vs ACH

RM Sambal Hijau: Ayam Setelnya yang Bikin Nafsu

Dari sekian banyak pilihan menu goreng ayam, mungkin cuma Ayam Setel yang punya karakter sajian terunik yang pernah diliput kami... kayaknya terlalu penting untuk dilewatkan begitu saja [...]
BakmiDjowo MbahWiryo

BakmiDjowo belasanribu perak berpeluang proyek ratusanjuta rupiah

Ini dia tempat nongkrong elit bernuansa tradisional. Nggak perlu berkocek tebal untuk bisa mendapatkan proyek besar. Datang kunjungi Bakmi Djowo Mbah Wiryo, kali aja Anda sedang beruntung dapat megaproyek karena bertemu para pengusaha low profile high profit oriented [...]
SateVirgin

Sate Kambing Muda Tanpa Urat - Makanan berenergi

Tanpa urat yang membedakan kami dengan sate lainnya, sehingga sate mudah dikunyah dan dicerna lambung. Sate yang ada uratnya membuat sulit dikunyah dan seringnya ditelan saja atau dibuang/dimuntahkan [...]
bebek kWali

Ini baru masakan bebeknya orang Jakarta

Satu tempat makan yang kini juga menjadikan makanan ini sebagai sajian utama, adalah warung makan sederhana bernuansa manajemen resto modern, yakni bebek kWali. Dari nama dan penulisannya saja kita sudah penasaran dibuatnya. Mengapa harus menggunakan kwali dan mengapa huruf "W" harus kapital? [...]
Sangkuriang

Sop Gurame Kemangi Pedas vs Ikan Patin Bakar Omega 3

RM Sangkuriang sekali lagi diliput TransTV karena Sop Gurame Kemangi Pedas dan Ikan Bakar Patin Omega-3nya yang memang lain daripada yang biasanya [...]
WarungDusun

Sayur Lodeh dan Asem-Asem Daging favorit Bung Karno ada di sini

Resto baru dibuka menyajikan keistimewaan makanan dan minuman kampung dengan atmosfer modern. Tempat cozy (nyaman) di bilangan Pondok Kelapa yang menawarkan kelengkapan fasilitas dengan harga pas selera puas yang cocok buat rendezvous, acara keluarga ataupun arisan dan ulang tahun [...]
Bebek Kaleyo

Mi Lethek Khas Bantul, Kuliner yang Nyaris Punah

Selama ini yang namanya makanan tradisional identik dengan kepunahan. Bila ada yang bisa bertahan pastilah karena kecintaan para penggemarnya atau pembuatnya yang masih bertahan menjual warisan budaya kuliner tersebut. Salah satunya adalah mi (atau mie) lethek dan sayur besan [...]
Mie Kocok Bandung

Mie Kocok Bandung Mang Uci Bengkel Kuliner

Mie Kocok Bandung Mang Uci menawarkan beberapa variasi masakan mie, mulai dari Mie Kocok Kikil, Mie Kocok Kikil Bakso, Mie Kocok Bakso dan terakhir Bakso Sapi Spesial. Hmmmm... rasanya betah tertinggal di lidah hingga berjam-jam [...]

. Bekasi-Online.com ..

Berita Kuliner

Loading...